Pelaku Ingkari Jual Besi Tua

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Seorang warga Pedurungan Semarang, Subhan terkena tipu daya pelaku dengan modus jual beli besi tua milik Pertamina. Pelaku bernama Helmi Burhanudin mengaku pejabat di Kementrian Keuangan.

Kuasa Hukum korban, Fajri mengatakan perkara tersebut sudah disidangkan perdana di Pengadilan Negeri (PN) Karaganyar. Agenda penyampaikan keterangan saksi dalam persidangan itu masih akan berlanjut dengan materi sama pada 10 Mei 2022 mendatang. Dalam kasus tersebut, kliennya melaporkan penipuan dan penggelapan yang dialaminya akibat ulah Helmi.

Awalnya, Subhan dan rekannya Imron tertarik membeli besi scrapt alias besi tua di asset 4 Pertamina di Cepu. Mereka terbuai rayuan Helmi yang mengaku pejabat dari Staf Khusus Menteri Keuangan.

Akhirnya disepakati nilai transaksi Rp 100 juta untuk menebus 30 ribu batang besi dengan harga Rp4.800 perkilo. Korban kemudian melakukan transfer sesuai harga itu ke rekening BCA milik pelaku. Peristiwa transfer rekening terjadi di Hotel Lorin pada 12 Juli 2021.

“Dokumen perjanjian dan surat menyurat dengan kop surat pertamina ditunjukkan ke klien kami. Klien kami pun percaya. Namun setelah hari yang ditentukan bahkan setelahnya, tak kunjung terealisasi. Komunikasi dengan Helmi juga sulit. Lantaran merasa dibohongi dan ditipu, akhirnya klien kami melapor ke polisi,” kata Fajri, Kamis (28/04/2022).

Kasatreskrim Karanganyar AKP Kresnawan Husein dalam suratnya menyebutkan penyidikan perkara itu selesai pada 4 Maret 2022. Usai pelimpahan berkas perkara ke kejaksaan, akhirnya dinyatakan lengkap P21.

“Sudah dilakukan penyitaan barang bukti pada 21 Maret 2022. Dua kali pemanggilan saudara Helmi, yang bersangkutan tidak hadir. Kami pun melakukan pencarian tersangka,” kata Kresnawan seraya menyebut Helmi beralamat di Sleman, DIY.

Dalam perkara ini, tersangka dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara.

Lebih lanjut Fajri mengatakan progres kasus ini membutuhkan kerjasama Pertamina karena institusinya dicatut pelaku dalam modus penipuan dan penggelapan. (Lim)

BERITA REKOMENDASI