Pelanggaran Lalin Menurun, Ganti Sasar Knalpot Bising

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas menurun selama operasi Zebra Candi 2019. Tak terjadi kecelakaan menimbulkan luka berat maupun meninggal dunia sejak dimulai Rabu (23/10) hingga Selasa (4/11).

"Jumlah kecelakaan 17 kejadian. Nihil luka berat dan meninggal dunia. 21 luka ringan. Kerugian materi Rp 5,4 juta. Lebih baik dibanding tahun kemarin sebanyak 18 kejadian, 24 luka ringan dan kerugian materi Rp 6,3 juta. Untuk korban luka turun sampai 13 persen, " kata Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli, Ipda Anggoro Wahyu mewakili Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Faris Budiman kepada wartawan, Rabu (6/11).

Razia lalu lintas di operasi tersebut digelar secara menyeluruh di 17 kecamatan dan di waktu tak terduga. Petugas mendapati pelanggar lalu lintas didominasi karyawan swasta usia 20-35 tahun. Untuk penilangan, Anggoro mengatakan jumlahnya 3.868 kasus atau menurun 10 persen dibanding tahun 2018 sebanyak 4.308 kasus.

Polisi menilang kasus pengendara tanpa helm SNI sebanyak 70 persen, kendaraan modifikasi 10 persen, penggunaan knalpot bronx sebanyak 20 persen.

“Khusus pemakai knalpot bronx, didominasi remaja,” katanya.

Ia tak memungkiri polisi menyasar para pengguna knalpot tidak standar tersebut karena membuat gaduh lingkungan. Terlebih, masyarakat kerap melaporkan hal itu.

“Ada sekitar 260 kendaraan ditilang karena berknalpot bising. Baru separuh yang dikenbalikan ke spesifikasi standar usai ditilang,” katanya.

Anggota Satlantas Polres Karanganyar, Iptu Nawang menambahkan, operasi lalu lintas tak hanya di jalan raya. Namun juga menyasar ke sekolah-sekolah untuk memburu sepeda motor berknalpot bronx.

“Ada bina kusuma. Yakni operasi fungsi Binmas yang nantinya akan dilanjutkan operasi cipta kondisi jelang natal dan tahun baru. Sudah terlaksana di beberapa sekolah,” katanya.

Operasi lalu lintas juga menyasar pembinaan pengemudi ojek online.

“Kami ke tempat nongkrong ojol. Menyosialisasikan larangan penggunaan ponsel saat berkendara,” katanya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI