Pelantikan Ditunda, Pemkab Sukoharjo Tunggu Plh Bupati

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KROGJA.com – Posisi jabatan bupati dan wakil bupati sekarang akan berakhir pada 17 Februari nanti. Setelah habis posisinya akan digantikan sementara oleh pelaksana harian (Plh) bupati yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penunjukan dilakukan setelah pemerintah pusat memutuskan menunda pelantikan bupati dan wakil bupati Sukoharjo terpilih hasil Pilkada 2020.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Budi Santosa, Sabtu (13/2) mengatakan, Pemkab Sukoharjo sudah menerima informasi terkait penundaan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada 2020 dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penundaan pelantikan tersebut berlaku untuk Kabupaten Sukoharjo dan daerah lain se-Indonesia. Sebab pelantikan rencananya akan digelar secara serentak.

Penundaan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada 2020 sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Pemkab Sukoharjo terkait keputusan tersebut siap melaksanakannya.

Kepastian penundaan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada 2020 juga ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan koordinasi bersama Pemkab Sukoharjo. Sebab posisi jabatan bupati dan wakil bupati Sukoharjo sekarang atau periode 2015-2020 akan berakhir pada 17 Februari nanti.

Berakhirnya posisi bupati dan wakil bupati Sukoharjo sekarang akan menyebabkan kekosongan jabatan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait kondisi tersebut akan menunjuk Plh bupati untuk mengisi kekosongan jabatan hingga pelantikan bupati baru terpilih hasil Pilkada 2020 digelar.

“Pemkab Sukoharjo sudah mendapat informasi dan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait penundaan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih Pilkada 2020 serta penunjukan Plh bupati untuk mengisi kekosongan sementara jabatan bupati,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI