Pelestarian Sendang Bejen di Dusun Dawe Masuk Nominasi Proklim

Editor: Agus Sigit

KARANGANYAR, KRjogja.com – Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPI & KHL) mengajak masyarakat melestarikan sumber daya air, mengelola limbah secara tepat dan memanfaatkan sumber alam secara bijak.

Instansi di bawah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) ini memberikan apresiasi bagi daerah yang mampu merangkumnya dalam tindakan nyata.

“Proklim atau program kampung iklim ini meningkatkan kapasitas masyarakat terkait adaptasinya dan penerapan mitigasi perubahan iklim. Intinya bagaimana masyarakat melakukan pelestarian lingkungan untuk menjaga dunia,” kata Pejabat Balai Pengendalian Perubahan Iklim, Kebakaran Hutan dan Lahan wilayah Jawa Bali (Jabal) Nusa Tenggara (Nusra), Nurhayati kepada wartawan di sela verifikasi lapangan du Dusun Dawe Desa Mojoroto Mojogedanf, Kamis (9/9).

Tim verifikasi dijamu di Sendang Bejen Dusun Dawe. Di sana dipercaya petilasan Pangeran Samber Nyowo atau Raden Mas Said. Tingkat pencemaran air di sendang tersebut diantisipasi. Bahkan dimanfaatkan untuk wisata religi. Dari sendang itulah bermunculan usaha pertanian dan industri rumah tangga. Hampir seluruh aktivitasnya menghindari pemakaian zat kimia. Terutama di bidang pertanian.

“Mereka menjaga pohon agar tidak ditebang. Menggeser pupuk kimia ke organik. Ini bagian mitigasi. Kemudian apa yang bisa dikembangkan di lingkungan sekitar. Untuk Dusun Dawe ada bududaya madu dan pemanfaatan bahan lokal menjadi makanan khas,” katanya.

BERITA REKOMENDASI