Pelonggaran Dievaluasi, Gugus Tugas Perketat Aktivitas Masyarakat

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pelonggaran aktivitas masyarakat dievaluasi dan kembali diperketat menyusul terus bertambahnya kasus positif virus corona. Total data akumulasi hingga sekarang ada 89 kasus. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo merekomendasikan evaluasi pelonggaran sebagai bagian dari upaya menekan angka kasus positif virus corona dan diterapkan serentak di 12 kecamatan baik zona merah maupun hijau.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Sabtu (27/6) mengatakan, kenaikan angka kasus positif virus corona dalam beberapa hari terakhir sangat mencolok. Data akumulasi sebelumnya hanya 76 kasus naik menjadi 86 kasus dan terakhir 89 kasus. Penyebab dominan kenaikan kasus positif virus corona terjadi karena faktor pemudik. Para pemudik kedapatan pulang ke kampung halaman sudah dalam keadaan sakit dan positif virus corona. Hal itu dibuktikan dengan adanya hasil tes swab.

Kondisi pemudik positif virus corona tersebut kemudian dengan cepat menular ke anggota keluarga. Hal itu terjadi karena kontak erat dan tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Penularan tersebut menyebabkan penambahan angka kasus positif virus corona di Sukoharjo.

Faktor penambahan kasus juga terjadi karena pelonggaran aktivitas masyarakat. Kontak erat dan tidak patuh terhadap protokol kesehatan seperti jagak jarak maupun memakai masker membuat orang mudah tertular virus corona.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo melihat sendiri pelonggaran aktivitas masyarakat sehingga rawan terjadi penularan virus corona. Hal itu seperti terlihat di jalan, pasar tradisional dan pusat keramaian lainnya.

“Pelonggaran aktivitas masyarakat direkomendasikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dievaluasi. Akan dilakukan pengetatan lagi sebagai upaya menekan angka kasus virus corona mengingat sekarang terjadi penambahan banyak kasus,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI