Pembangunan Gedung Baru DPRD Sukoharjo Alami Keterlambatan

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Pembangunan gedung baru DPRD Sukoharjo di wilayah Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo Kota mengalami keterlambatan dari perencanaan. Untuk mengejar keterlambatan tersebut maka dilakukan rapat evaluasi setiap pekan sekali. DPRD Sukoharjo sendiri optimis pembangunan bisa diselesaikan sesuai kontrak kerja Desember mendatang.

Plt Sekretaris DPRD Sukoharjo Basuki Budi Santoso, Rabu (12/9) mengatakan, data terakhir yang masuk pada pekan kemarin seharusnya pelaksanaan pembangunan sudah tergarap sesuai target perencanaan sebesar 26,22 persen namun kenyataanya baru terealisasi 16,98 persen. Artinya dalam pelaksanaan pembangunan ada keterlambatan sebanyak 9,22 persen.

Dalam perencanaan juga ditargetkan pada 15 September nanti pelaksanaan pembangunan harus sudah tergarap 30 persen. Rekanan diminta bergerak lebih cepat dari sekarang untuk segera melaksanakan pembangunan sesuai target perencanaan.

"Memang ada keterlambatan pelaksanaan pembangunan gedung baru DPRD Sukoharjo. Secara teknis penyebab keterlambatan saya kurang begitu paham. Namun sudah ada upaya untuk mengejar keterlambatan dengan rapat evaluasi setiap pekan mencari penyebab dan solusinya," ujar Basuki Budi Santoso.

DPRD Sukoharjo sudah mendorong pada pihak rekanan untuk berupaya maksimal menyelesaikan setiap pekerjaan sesuai target. Sebab angka keterlambatan pelaksanaan pembangunan sangat banyak dan perlu dikejar secepatnya.

Dorongan pada pihak rekanan juga didasari atas kekhawatiran DPRD Sukoharjo mengingat sekarang untuk pengerjaan bangunan luar belum banyak terselesaikan. Kekhawatiran muncul karena faktor cuaca dimana akan datang musim hujan.

"Apabila pembangunan tidak dipercepat maka dikhawatirkan saat hujan datang akan semakin terlambat. Sebab pembangunan pada bagian luar masih belum terselesaikan semua. Meski begitu kami tetap optimis pembangunan bisa terlaksana dan diselesaikan sesuai kontrak kerja," lanjutnya.

Pelaksana pekerjaan pembangunan gedung baru DPRD Sukoharjo Agung Wahyu mengatakan, awal pekan September target pekerjaan pembangunan terlambat sejumlah delapan persen dari target 26,22 persen.

"Memang ada keterlambatan pembangunan. Tapi kami tetap fokus pengerjaan," ujarnya

Pada pengerjaan pembangunan Agung Wahyu mengatakan ada kendala yang dihadapi yakni berkaitan dengan pasokan semen. Penyebabnya diduga karena banyaknya permintaan semen disejumlah daerah karena adanya proyek pembangunan.

"Pengerjaan pembangunan terus dikebut bahkan sampai lembur. Sekarang ada 200 orang pekerja mereke bekerja sampai pukul 22.00 atau 23.00 WIB," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI