Pembangunan Pipa Ganda Air Minum Dikroscek

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – PDAM Tirta Lawu Karanganyar didesak serius mengerjakan pembuatan jaringan pipa ganda dari sumber lereng Lawu ke reservoir Ngemplak dan Serut.

Jaringan anyar tersebut untuk memenuhi kebutuhan pelanggan wilayah perkotaan.  Sejumlah saran dan masukan disampaikan Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, Toni Hatmoko ke jajaran direksi PDAM Tirta Lawu saat inspeksi mendadak (Sidak) ke sumber air Jumog, Ngargoyoso dan Serut, akhir pekan lalu.

 Dikatakan Toni, jaringan pipa ganda dibangun pada 2017 hingga akhir 2018. Rencana selanjutnya, PDAM membangun jaringan pipa ganda dari Semiri, Desa Karang, Kecamatan Karangpandan ke bak pelepasan kedua di barat Pondok Pesantren Isy Karima.
"Kami meminta penyertaan modal Pemda ke PDAM untuk proyek pengembangan jaringan, digarap on the track. Artinya, tepat waktu dan mutu. Juga efektif dan efisien," kata Toni.

 
Dalam sidak tersebut, ia mendapati debit air Jumog di dua titik, yakni 80 liter/detik dan 120 liter/detik. Alirannya diarahkan ke Semiri lalu menyambung ke pelanggan di Karanganyar Kota dan sekitarnya.  "Ini tinggal menyelesaikan dari Semiri ke bawah harus on the track," ujar Toni. 

Dia menekankan hal itu karena masih banyak pelanggan mengeluh aliran PDAM keruh dan tidak deras pada pagi dan malam hari. Terlebih, PDAM harus mempertanggungjawabkan penyertaan modal Rp 5 miliar dari APBD perubahan kabupaten tahun 2018. 

Direktur Utama PDAM Tirta Lawu Karanganyar, Prihanto, menyampaikan rencana pembangunan pipa ganda dari Semiri ke bak pelepasan kedua di barat Pondok Pesantren Isy Karima untuk meningkatkan pelayanan ke wilayah Jaten. Prihanto menyebut wilayah Perumnas Palur menjadi target kualitas peningkatan pelayanan. 

"Debit air sampai musim ini lebih dari cukup. Sebetulnya yang lama sudah masuk ke Perumnas Palur tetapi kurang. Sebelum ini kan pakai sumur. Akibatnya banyak endapan. Nah ini perbaikan pelayanan dan kualitas memanfaatkan sumber air. Kami benahi jaringan ke Karanganyar," ujar dia.

Ditanya perihal penyertaan modal APBD Perubahan 2018, Prihanto menjelaskan penyerataan modal dialokasi membangun jaringan pipa ganda. Pemkab menginvestasikan Rp 5 miliar tetapi pembangunan jaringan menghabiskan Rp6,5 miliar. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI