Pembayaran Sudah Lunas, Sertifikat Bukannya Diberikan Malah Digadaikan

Menurut penuturan Suranto, Didik masih memiliki kekurangan pembayaran Rp 82 juta. Selama tiga tahun menagih kekurangan tersebut, Didik selalu berkilah. Padahal Suranto membutuhkannya untuk biaya balik nama. Didik hanya mengakui kurang Rp2 juta saja.

Lantaran bingung dan emosi, Suranto nekad menggadaikan sertifikat rumah tersebut kepada pihak ketiga senilai Rp150 juta. Keputusan itu terpaksa diambilnya karena sedang butuh uang. “Usaha saya bangkrut dan butuh uang. Jadi saya gadaikan saja sertifikatnya,” katanya.

Suranto dengan pihak ketiga menjalin kesepakatan gadai di notaris dengan format Perikatan Perjanjian Jual Beli (PPJB). Jika dalam jangka waktu yang ditentukan tidak mampu menebus, maka sertifikat secara otomatis menjadi hak milik penggadai. Tersangka dijerat Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Lim)

BERITA REKOMENDASI