Pembebasan Lahan Jembatan Jokowi Dianggarkan Rp 5 Miliar

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Proses pengukuran dan penaksiran nilai aset tanah area proyek pembangunan Jembatan Jokowi di Desa Kragan, Gondangrejo dimulai. Pemkab Karanganyar menerjunkan tim apraisal dan menyiapkan dana pembebasan lahan senilai Rp 5 miliar. 

Usai pemerintah pusat menyetujui usulan pembangunan infrastruktur senilai puluhan miliar rupiah itu, giliran Pemkab menangani ganti rugi lahan. Diperkirakan butuh lahan 3 ribu meter persegi lebih di dua sisi jembatan. “Lahan di barat dan timur sungai akan dibebaskan. Mulai pertengahan September ini, tim apraisal bergerak. Mereka menghitung nilai aset dan mengukur secara faktual,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Setda Pemkab Karanganyar, Ali Gufron kepada KR

, Selasa (5/9).

Penilaian aset meliputi aspek ekonomis tanah, bangunan, lahan pertanian hingga tanaman di atasnya. Saat ini, area tersebut berupa pekarangan dan sawah serta beberapa bangunan hunian. Ali mengatakan dana pembebasan tanah bersumber APBD 2017 Rp 5 miliar dirasa cukup. Dalam penghitungan dan pengukuran akan ditemukan jumlah bidang sesuai pemilik sertifikat berikut haknya menerima kompensasi pembebasan tanah. Diperkirakan proses itu selesai maksimal Desember 2017. 

“Warga pemilik tanah jelas mau melepasnya. Itu sangat mendukung perkembangan wilayah tersebut. Jembatan Jokowi itu menghubungkan Gondangrejo dengan Kebakkramat dan dilintasi Tol Solo-Kertosono serta interchain di Desa Wonorejo (Gondangrejo) dan Kemiri (Kebakkramat),” katanya.

Penting diketahui, pemerintah pusat menyetujui usulan pembangunan jembatan tersebut. Oleh Pemkab, nama presiden Joko Widodo atau Jokowi bakal disematkan di jembatan itu. Adapun pengerjaan konstruksi bakal dikelola Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, sedangkan dimulai setelah semua lahan sudah dibebaskan alias 2018 mendatang. 

“DED pembangunan jembatan sudah siap. Kami yakin jembatan ini membuka akses ekonomi yang cukup pesat. Sebelumnya, warga Desa Kragan harus berputar jauh kalau mau ke Kebakkramat maupun sebaliknya,” katanya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI