Pembelajaran IPA di Sekolah Alami Transisi Paradigma

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Prof Dr Suciati MPd menjelaskan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah kini mengalami transisi paradigma dari sekadar transfer of knowledge yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berorientasi penemuan (inkuiri) yang berpusat pada peserta didik.

"Perubahan paradigma ini merupakan proses panjang dan kompleks yang penuh rintangan dan tantangan, sehingga perlu kesiapan seluruh komponen pembelajaran," kata Prof Suciati,  Guru Besar bidang IPA Fakultas Keguruan dan Ilnu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Kamis (31/10).

Dalam kurikulum serta capaian standar proses yang ditetapkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) disebutkan pembelajaran IPA ditujukan untuk membekali peserta didik tentang pengetahuan IPA yang diperoleh melalui metode ilmiah dengan cara penemuan (inkuiri), dimana peserta didik membangun konsep melalui pengalaman dengan cara berinteraksi dengan lingkungannya secara mandiri.

Namun faktanya di sekolah, secara umum pembelajaran inkuiri belum optimal. Guru masih menyampaikan transfer knowlege. Untuk menuju inkuiri Prof Suciati menyodorkan teknik scaffolding. Ini teknik bantuan yang diberikan kepada peserta didik melalui berbagai bentuk.

"Yang secara dradasi semakin dikurangi  sampai kemandian peserta didik tumbuh," ujarnya. Bantuan dihentikan setelah peserta didik sudah menguasai dan mampu mandiri. Jadi berbeda dengan pembelajaran konvensional, bantuan terus diberikan. Jadi guru memberikan bantuan sesuai kebutuhan peserta didik.

Prof Suciati adalah guru besar baru UNS. Ia akan dikukuhkan bersama guru besar lainnya Prof Dr Leo Agung S MPd juga dari FKIP dan Prof Dr Istadiyantha MS dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) oleh rektor Prof Dr Jamal Wiwoho, Selasa (5/11). (Qom)

 

 

 

UNS

BERITA REKOMENDASI