Pemberangkatan Ribuan Calon Jemaah Haji Belum Pasti

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Hingga saat ini belum ada kepastian pemberangkatan jemaah calon haji (JCH) Kabupaten Karanganyar tahun 2020 ke tanah suci yang tertunda akibat pandemi Covid-19. Para jemaah makin khawatir karena vaksin sinovac di Indonesia, ternyata belum disetujui Kerajaan Arab Saudi.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karanganyar, Wiharso menyampaikan, pihaknya masih menunggu kepastian dari Pemerintah Arab Saudi perihal keberangkatan JCH ini. Meski belum ada kepastian dari Pemerintah Arab Saudi, menurut Wiharso, Kemenag Karanganyar bersama Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah telah melakukan persiapan apabila sewaktu-waktu CJH diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Khusus jamaah haji yang tertunda, sampai sekarang memang masih menunggu waktu berangkat. Belum ada keputusan apapun dari Arab Saudi. Berbagai persiapan sudah kita lakukan. Seperti mengumpulkan paspor 860 lebih para jamaah ke Kanwil untuk di scan sebagai persyaratan untuk memperoleh visa,” kata Wiharso, Jumat (28/05/2021).

Persiapan lain adalah membantu melakukan proses vaksinasi Covid-19 serta penyelenggaraan protokol kesehatan kepada para calon jamaah apabila sudah waktunya berangkat. “Sebelum berangkat juga ada isolasi di asrama haji. Sesampainya di Mekkah juga tidak bebas. Dan sebelum pelaksanaan puncak haji, seluruh jamaah juga akan melakukan isolasi,” kata Wiharso.

Di sisi lain, ternyata vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac belum diakui WHO. Oleh Kerajaan Arab Saudi, hanya jemaah yang sudah vaksin sesuai rekomendasi WHO saja yang boleh memasuki wilayahnya. Saat ini, pemerintah Indonesia sedang mengupayakan komunikasi dengan kerajaan Arab Saudi perihal itu.

Sementara itu problem penundaan keberangkatan haji tak menyurutkan minat pendaftarannya. Wiharso menyebutkan data hingga Mei 2021 saat ini, sudah ada 483 pendaftar haji. Dari 483 pendaftar, laki-laki berjumlah 232 orang dan perempuan ada 251 orang.

Dari angka tersebut, CJH berusia muda terdata cukup banyak jumlahnya. Disamping calon jamaah haji berusia 50 tahun keatas yang tetap dominan.

“Setiap hari ada calon jamaah yang daftar haji. Kesadaran masyarakat tinggi karena sebelumnya kita lakukan edukasi. Sekarang memang harus antri dan semakin panjang. Kita motivasi, yang penting daftar dulu,” terang Wiharso.

Wiharso menambahkan, apabila dalam masa tunggu pemeberangkatan haji muncul halangan, misalnya meninggal dunia, maka uang tidak hilang dan bisa diwariskan kepada keluarganya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI