Pemberantasan Korupsi Tak Hanya Tugas KPK, Ada Kepolisian dan Kejaksaan

SOLO, KRJOGJA.com – Alexander Marwata, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) senang mendapat banyak dukungan dari mahasiswa. 

"Dan sebaiknya dalam penegakan pemberantasan korupsi, mahasiswa tidak hanya mendukung KPK, tapi juga lemnaga lain yakni Kejaksaan dan Kepolisian," katanya saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (27/9/2019).

Aparat penegak hukum Kepolisian dan Kejaksaan harus ikut disuport, dikawal dan diawasi. "Jangan sampai mereka merasa ditinggalkan atau tidak diperhatikan. Bahaya. Karena KPK juga mensuport mereka," tandas Alexander Marwata. Kuliah umum anti korupsi yang digelar di auditorium Muh Djszman ini menarik perhatian mahasiswa dan dosen.

Di Indonesia selain KPK negara juga memberi kewenangan dalam pemberantasan korupsi kepada Kepolisian dan Kejaksaan. Latar belakang pendirian KPK dulu adalah untuk memperkuat keduanya yang pada saat itu dianggap belum profesional dan efisien. Karena itu KPK bertugas melakukan supervisi.

Ia mengakui tugas itu sampai sekarang belum dilakukan dengan maksimal. Aparat penegak hukum dalam pemerantasan korupsi masih berjalan sendiri sendiri. Sepanjang pemberantasan korupsi dilakukan dengan etikad baik ok, silakan lanjut. Tapi banyak juga keluhan aparat di daeah (Pemda) yang merasa ada kriminalisasi dalam pemberantasan korupsi.

"Ini yang seharusnya diawasi, dimonitor masyarakat termasuk mahasiswa," tandasnya. UMS secara tegas mendukung pemberantasan korupsi. Ini seperti yang disampaikan rektor Prof Dr Sofyan Anif MSi.(Qom)

KPK

BERITA REKOMENDASI