Pembiakan Kelinci Menjanjikan

MEMBIAKKAN kelinci peranakan menawarkan keuntungan lebih. Selain penggemukannya singkat, juga permintaan tinggi. Jenis kelinci peranakan dapat dipotong di usia 2,5 bulan dengan bobot 1 kilo. Berlainan dengan kelinci lokal yang bobotnya 0,6 kilo meski sudah berumur 7 bulan. 

"Untuk itu kita tak lelah mengenalkan pembiakan kelinci. Baik itu pedaging maupun hias. Hewan ternak ini tak kalah menjanjikan secara finansial seperti ternak lainnya," kata Ketua Asosiasi Kelinci Karanganyar (AKAR) Murod kepada KR, belum lama ini. 

Ia mengakui bisnis beternak kelinci belum banyak dilakoni masyarakat. Dalam sosialisasinya ke peternak, AKAR mengedukasi cara pembiakan dan perawatan. Sebab, hewan ini tak semudah itu ditinggal di kandang dengan pakan. Meski demikian, hewan ini mudah dijinakkan dan cepat berkembang biak. 

Awali dengan pembuatan kandang. Secara umum terdapat dua tipe kandang yakni, sistem terbuka dan tertutup. Kandang sistem terbuka berupa hamparan lahan yang sekelilingnya diberi pagar. Kelinci dibiarkan bebas berkeliaran dalam area tersebut.

Kandang tertutup merupakan kandang yang dibatasi lantai, dinding dan atap. Kandang jenis ini cocok untuk usaha ternak intensif. Kemudian memilih bibit kelinci berkualitas, diantara kiatnya pilihlah yang beriwayat banyak anak, bobot indukan minimal 4-5 kg untuk betina dan 3-5 kg jantan dan memiliki pinggul bulat penuh serta mata cerah. Sedangkan pemberian pakan sangat diatur untuk konsentrat dan hijauan.

Total kebutuhan pakan untuk kelinci mencapai 4-5% dari bobot tubuhnya per hari. Kelinci muda hingga 4 bulan membutuhkan hijauan 20% dari total pakannya. Terkait perkawinan dapat dilakukan cara berkelompok dan berpasangan. Di dua cara ini, perbedaannya pada jumlah betina.

"Apabila kita ingin menjual bibit atau calon indukan, biasanya dipelihara hingga kelinci berumur 10-12 bulan. Harga bibit tidak lagi diperhitungkan per kg, tapi dilihat keunggulan keturunan dan kesehatannya," katanya. 

Peternak kelinci tak hanya menjualnya untuk hewan hias dan konsumsi. Bibit unggul dapat dipamerkan pula. Jenis kelinci yang diikutsertakan di lomba adalah Rex, Mini Rex, New Zealand, Holland Loop, Fuzzy Loop, Cals, Netherland Dwarf, Dutch, Flemis Giant. Sedangkan untuk klasifikasi Adu Bobot, jenis kelinci yang menjadi peserta antara lain Bligon, Rex, New Zealand, Hyla, Hycole dan Flemis Giant. Ada 135-an peternak kelinci yang menjadi peserta kontes, yang berasal dari berbagai kota di Jateng dan Jatim. (Abdul Alim)
 

BERITA REKOMENDASI