Pembobolan Kartu Kredit, OJK dan Polisi Didesak Usut Tuntas

SOLO, KRJOGJA.com – Kasus pembobolan kartu kredit sebesar Rp 134.244.875 dengan korban Ny LHT warga Desa Gajahan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta dan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. “Kami mendesak kepada OJK agar memfasilitasi kami untuk duduk bersama dgn pihak otoritas yang mengeluarkan kartu kredit serta menelusuri dimana kesalahan sistem kartu kredit kok bisa dibobol hingga ratusan juta rupiah milik klien kami raib, “ujar pengacara korban Ny LHT , Kusuma Putra SH MH kepada wartawan, di sebuah warung makan di Solo, Kamis (20/2/2020).
Selain itu Kusuma Putra mendesak Polda Jateng untuk mengusut kasus pembobolan kartu kredit yang diduga masih ada korban lainnya.
Kusuma menjelaskan kronologi kasus pembobolan kartu kredit dengan modus operandi pelaku orang tidak dikenal melakukan 25 transaksi pembelian secara online yang pembayarannya menggunakan empat kartu kredit milik kliennya , Ny LHT.
Rincian keseluruhan yang dibobol pelaku sebanyak 24 transaksi pada tanggal 16 Januari 2020 dan satu transaksi pada tanggal 19 Januari 2020.
Empat kartu kredit masing-masing kartu kredit BCA Visa sebesar Rp 13.993.000,
BNI master card dibobol pelaku sebanyak Rp36.669.150,  kartu kredit BNI Visa senilai Rp 24.251.825 dan pembobolan di kartu kredit BNI Visa Garuda sebesar Rp59.330.900. Sehingga pelaku secara total membobol empat kartu kredit atas nama Ny LHT sebesar Rp 134.244.875.
Menurut Kusuma Putra seharusnya penyidik dari Polda Jateng bisa menelusuri alamat dan arus barang yang dibeli secara online. “Dengan teknologi yang dimiliki cyber crime Polda Jateng kami percaya kasus pembobolan kartu kredit itu dapat diungkap oleh Tim Polda Jateng,” papar Kusuma.
Sementara itu Kusuma mendesak OJK dan dua bank penerbit kartu kredit,
agar kedua bank yang mengeluarkan kartu kredit itu untuk segera melakukan pemblokiran kartu, dan juga melakukan penutupan tagihan serta transaksi hingga kasus pembobolan kartu kredit ini tuntas. Pengacara Kusuma SH MH juga meminta pada pihak bank agar mengembalikan limit kliennya seperti sebelum kartu kredit itu dibobol. (Hwa)

BERITA TERKAIT