Pembongkaran Pasar Darurat Klewer Molor

SOLO,KRJOGJA.com – Pembongkaran pasar darurat Klewer yang sudah ditinggalkan pedagang sejak awal bulan ini, dipastikan molor, menyusul lelang yang digelar pekan lalu tak beroleh pemenang. Hingga batas akhir penawaran, Rabu (24/5/2017), tak satu pun calon peserta lelang memasukkan penawaran yang diplafon senilai Rp 7,2 miliar dengan uang jaminan Rp 1,5 miliar.

Kepala Dinas Perdagangan, Subagyo, menjawab wartawan, di Balaikota, Senin (29/5/2017), mengungkapkan, sesuai rencana, pembongkaran pasar darurat Klewer dapat dituntaskan maksimal akhir Juni, dengan perhitungan lelang pekerjaan berlangsung sesuai jadwal. Namun, ketika lelang digelar, ternyata tidak diperoleh pemenang, terkait tak ada penawaran dari calon peserta, sehingga harus dilakukan lelang ulang yang dijadwalkan dua pekan mendatang.

Kegagalan lelang tersebut, menurut Subagyo, tidak saja berdampak pada penundaan proses pembongkaran, tetapi juga perjanjian sewa menyewa dengan Keraton Kasunanan Solo yang berakhir pada Juni ini. "Pihak Keraton Kasunanan Solo memang telah memberikan tambahan waktu 90 hari terhitung sejak masa sewa berakhir, namun terkait kegagalan lelang mesti dikomunikasikan lagi," jelas Subagyo sembari menyebut, sebab Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tak mengalokasikan anggaran perpanjangan sewa.

Menjawab pertanyaan kegagalan lelang terkait harga dasar yang terlalu tinggi, Subagyo, enggan berandai-andai, walaupun dalam dua pekan ke depan pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Lelang bangunan pasar darurat Klewer, meliputi seluruh komponen, diantaranya rangka bangunan berbahan baku baja, atap, dinding penyekat, lantai berbahan semen, serta drainase. Dua tahun lalu, pasar darurat tersebut dibangun dengan biaya Rp 22 miliar, dengan model bangunan semi permanen.

Dia berharap, pada lelang ulang nanti, dapat diperoleh pemenang, sehingga proses pengembalian kawasan Alun-alun Utara (Alut) seperti sedia kala sebagai lapangan rumput, tak terlalu molor hingga akhir tahun. Jika pada gelaran lelang ulang ternyata juga tak diperoleh pemenang, menurutnya, kebijakan lebih lanjut diserahkan kepada Walikota FX Hadi Rudyatmo. "Apakah bangunan pasar darurat itu nanti dihibahkan, atau dilakukan lelang lagi, semua menjadi kewenangan walikota," jelasnya.

Rencananya, setelah bangunan pasar darurat dibongkar, Pemkot Solo akan mengembalikan kondisi Alut seperti sediakala, dengan anggaran senilai Rp 2 miliar. Poses pengembalian kawasan Alut menjadi lapangan rumput, melibatkan berbagai institusi, diantaranya  Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), pemerhati cagar budaya, serta Keraton kasunanan, terkait status Alut sebagai kawasan cagar budaya.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI