Pemeriksaan Kesehatan Calhaj Diperketat

SOLO (KRjogja.com) – Kementerian Kesehatan akan memperketat dalam pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji Indonesia. Bagi calon jamaah gagal ginjal yang mEmbutuhkan cuci darah tidak diijinkan berangkat, begitu juga yang terkena stroke.

"Itu kami terapkan karena Kementerian Kesehatan Saudi Arabia juga meminta untuk mengirim jamaah yang tidak membebankan," jelas Menteri Kesehatan Nila F Moeloek di Solo, Kamis (25/8/2016).

Untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan jamaah haji, pemerintah Indonesia sebenarnya ingin memiliki rumah sakit khusus. Hal itu sudah diperjuangkan. Ternyata G to G tidak diperkenankan, karena sudah ada rumah sakit. Jadi kita harus mengirimkan jamaah yang kondisi kesehatannya prima.

"Bekal berhaji tak hanya mampu materi tapi juga kesehatan," katanya. Karena itu 9 bulan sebelum berangkat pihaknya melakukan pemeriksaan kepada calon jamaah yang sudah ditetapkan berangkat oleh Kementerian Agama. Yang tidak memenuhi akan batal berangkat.

Faktanya jamaah Indonesia rata-rata berusia di atas 60 tahun dan berlatar belakang pendidikan Sekolah Dasar (SD). Kondisi kesehatan mereka masuk kategori resiko tinggi, karena lebih dari sekitar 60 persen memiliki penyakit darah tinggi, gangguan pernafasan dan lain-lain. (Qom)

BERITA REKOMENDASI