Pemikir Muda : Pembangunan Kota Solo Bisa Lari Lebih Cepat

SOLO,KRJOGJA.com- Aktivis ormas, pegiat sosial, pengusaha muda
Diah Warih Anjari mengatakan pembangunan di Solo harus bisa berlari cepat menyesuaikan jaman yang berubah cepat.

"Para stake holder kota Solo harus bisa lebih fokus menata kota bekas kerajaan itu dengan mengembangkan ekonomi kreatif,  menarik para investor demi tujuan mewujudkan Solo yang lebih nyaman bagi semua lapisan masyarakat. Pembangunan harus diarahkan dengan sungguh-sungguh untuk lebih meningkatkan kesejahteraan terutama masyarakat lapis bawah,” ujar Diah Warih, satu-satunya pembicara perempuan dalam dialog publik "Membahas Visi Kota Solo" digelar di Wedangan Cendhana Wangi, Pasar Gedhe, Solo, Sabtu (7/9/2019).

SelainDiah Warih Anjari tampil pembicara lainnya ,Rektor Universitas Surakarta (Unsa), Arya Surendra; profesional muda Respati Ardi; pengusaha muda, Syamsul Hadi; aktivis muda hingga legislator muda, Yogo Prabowo dan Ginda Ferachtriawan.

Aspek kemandirian kota menurut Diah Warih juga perlu terus didorong. Salah satunya dengan optimalisasi badan-badan usaha milik daerah (BUMD). "Harus ada sinergi dari pengambil kebijakan baik kalangan eksekutif, legislatif serta kalangan dunia usaha. Di negara maju peran swasta bahkan cukup dominan untuk menata sebuah kota," papar Diah Warih.

Sementara itu, profesional muda Respati Ardi, menyoroti visi Kota Solo dalam hal budaya. Menurutnya masih ada yang perlu dibangun untuk menunjukkan keontetikan kota Solo.
Menurut Respati Ardi, harus ada yang khas, unik dan tampil beda di Solo baik dari segi pariwisata dan budaya. " Cara-cara yang 

" Cara-cara yang dilakukan pak Jokowi saat menjadi Walikota Solo masih cukup mujarab yakni dengan membranding kota Solo sebagai kota tujuan wisata, memiliki kekayaan budaya Jawa serta memperbanyak event-event baik kelas nasional bahkan internasional digelar di Solo "paparnya.

Sementara penggagas acara, Ginanjar, mengatakan, diskusi bertajuk "Membahas Visi Kota" untuk Kota Solo ini sebagai wadah untuk menampung gagasan kalangan muda di kota bengawan.  Saat disinggung tentang arena diskusi bisa menjadi incubator untuk mempertemukan gagasan-gagasan pemikir muda calon pemimpin walikota dan wakil walikota Solo 2020, Ginanjar dengan diplomatis mengatakan hal itu diserahkan kepada peserta diskusi, semakin banyak peserta diskusi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk partai politik yang nantinya sebagai kendaraan politik kandidat pemimpin daerah , bukan hal yang muskil, ujar Ginanjar.(Hwa)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI