Peminat Transmigrasi di Karanganyar Banyak, Tapi..

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Peminat program transmigrasi asal Kabupaten Karanganyar ternyata cukup banyak. Sayangnya jatah pemberangkatan ke luar Pulau Jawa terbatas.

“Kuota dibagi ke semua kabupaten/kota di Jawa Tengah. Tiap tahun, rata-rata hanya lima keluarga saja yang berangkat dari Karanganyar ke daerah tujuan,” kata Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Karanganyar, Murseno kepada KRJOGJA.com, Jumat (12/1/2018).

Tercatat 40 keluarga di daftar tunggu pemberangkatan dari pemerintah kabupaten. Pada 2016-2017, delapan keluarga telah menempati lahan transmigrasi di Gorontalo, daerah yang sejauh ini terekomendasi bagi calon transmigran asal Jawa Tengah. Tersedia daerah lain lokasi transmigrasi yakni Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera.

Sambil menunggu gilirannya, Disperindagkop memberikan pelatihan wirausaha mandiri bagi calon transmigran di daftar tunggu. Selain memberikan pelatihan kepada calon transmigran, Pemkab Karanganyar juga mengecek dan memastikan lokasi tujuan transmigrasi layak.

“Kalau tidak dipastikan dulu infrastruktur siap, mereka bisa pulang lagi ke kampuing halaman. Tanah rantau itu dipilihkan lokasi paling memungkinkan aliran listrik, transportasi, air bersih, pendidikan dan sebagainya,” katanya.

Pembukaan lokasi transmigrasi menyesuaikan kesiapan wilayah penerima calon transmigran. Wilayah tersebut harus potensial memiliki lahan tempat tinggal dan bercocok tanam transmigran asal Pulau Jawa.

"Kami harap tahun ini kuota untuk kami lebih banyak. Kami minta DPRD juga bijak perihal alokasi dana untuk program transmigrasi ini," ujar dia.

Transmigran mendapatkan jatah hidup (jadup) berupa uang tunai, sembako, dan lain-lain dari pemerintah pusat selama satu tahun. Pemkab Karanganyar memberi sangon bibit dan alat pertanian. Mereka akan mendapatkan rumah tipe 36 dan modal usaha berupa lahan 1,5 hektare. Tak jarang para transmigran asal Karanganyar menerapkan metode peternakan di wilayah rantau sebagai alternatif usaha selain bertani. (Lim)

BERITA REKOMENDASI