Pemkab Diminta Relokasi Warga Dederan

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Pemerintah Kabupaten Karanganyar diminta menyiapkan kebutuhan relokasi warga terdampak longsor di Dusun Dederan Rt 02/Rw V Desa Nglegok, Ngargoyoso. Tercatat, 14 jiwa meninggalkan rumah-rumahnya yang tak lagi utuh. 

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sudaryanto kepada tim BPBD Karanganyar saat mengunjungi wilayah terdampak di dusun tersebut.

Tiga rumah warga di alur retakan tanah mengalami kerusakan. Penghuninya mengungsi secara tersebar ke rumah kerabatnya, usai longsor pada Senin (23/12) dan susulannya pada Selasa (24/12). Tiga keluarga tersebut adalah Nur Muhammad Kholif dengan tiga anggota keluarganya, Warso dengan empat anggota keluarganya, serta Ny Darmo dengan empat anggota keluarganya. Adapun keluarga Ny Haryatmi dengan satu anggota keluarga, meski rumahnya berada di area berbahaya dan terancam pergerakan tanah, sejauh ini masih belum mengungsi. 

Sekretaris BPBD Karanganyar Hendro Prayitno mengatakan, tim dari BPBD Jawa Tengah diantarnya ke lokasi tersebut dalam rangka supervisi. Di Dusun Dederan, Sudaryanto menyaksikan bekas longsoran tebing dan rumah-rumah terdampak.

Hendro mengatakan, Sudaryanto meminta BPBD Karanganyar menyiapkan relokasi bagi korban. Yakni hunian tetap berikut keperluannya di tempat baru itu.  "Kalakhar BPBD Jateng menyarankan, agar relokasi didanai APBD Karanganyar. Sebab dana provinsi bisa digunakan jika relokasinya lebih dari lima keluarga," kata Hendro, usai mendampingi kunjungan Kalakhar BPBD Jateng. 

Hingga saat ini, luas tanah yang longsor di Dusun Dederan mencapai 75 meter x 150 meter yang berdampak rusaknya salah satu dapur milik Nur Muhammad Kholif dengan kisaran kerugian senilai Rp 5.080.000.

Hendro mengatakan penyebab tanah longsor diduga lantaran saluran drainase yang menuju sawah dialirkan ke pemukiman. Untuk tindakan pencegahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karanganyar menangani kerusakan dan mengarahkan kembali saluran drainase menuju sawah.

“Sementara sudah ditangani agar saluran drainase yang menjadi penyebab longsor tidak mengarah ke pemukiman warga,” kata dia. (Lim)
 

BERITA REKOMENDASI