Pemkab Dituding Kacaukan Sistem PPDB

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Kalangan DPRD mempersoalkan penerimaan siswa baru ke rombongan belajar (rombel) saat pertengahan tahun ajaran. Ini merupakan solusi kurang bijak dari Pemkab Karanganyar terkait penanganan calon siswa di luar sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Sedikitnya dua sekolah disarankan menerapkan metode itu, yakni SMAN Colomadu dan SMAN Mojogedang. Belum lama ini muncul intimidasi dan aksi pemaksaan agar segelintir calon siswa masuk ke sekolah negeri favorit itu padahal sudah tersingkir dalam PPDB tahun ajaran 2016/2017.

Para calon siswa tersebut bersikeras ingin masuk sekolah tersebut lantaran murah dan mudah dijangkau dari rumah. Oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), orangtua calon siswa disarankan menyekolahkan mereka ke sekolah swasta selama semester pertama dulu baru kemudian pindah ke SMAN favorit itu pada semester berikutnya.

Terkait hal ini, Ketua Komisi D DPRD Karanganyar Endang Muryani menyebut Pemkab mengacaukan sistem PPDB. “Kalau mau fair harus sesuai aturan PPDB. Bupati jangan menjanjikan sesuatu hal yang bisa disalahartikan masyarakat. Saya dengar orangtua siswa itu ngotot memasukkan anak-anaknya ke sekolah idaman meski tidak lolos, karena bupati memberi janji memfasilitasinya,” kata Endang kepada KRjogja.com, Rabu (14/09/2016).

Menurutnya, sistem PPDB yang menjaring calon siswa melalui seleksi sudah cukup adil. Namun justru dirusak pada tahun ajaran yang terlanjur berjalan. Problem di Colomadu, kepala desa berani mengancam kepala SMAN dengan tidak mengizinkan perpanjangan sewa gedung apabila menolak penerimaan lima calon siswa susulan. Sedangkan di Mojogedang, orang tua calon siswa mengancam anak-anaknya lebih baik putus sekolah jika tak masuk SMAN favorit itu.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyatakan komitmennya mengakomodasi puluhan anak yang belum mendapatkan sekolah. Teknisnya dengan membuat rombongan belajar (rombel) baru. “Yang belum terserap di sekolah, kami persiapkan rombel baru,” tutur dia. (R-10)

BERITA REKOMENDASI