Pemkab Dorong Industri Berkembang di Karanganyar

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRjogja.com – Nilai investasi di Kabupaten Karanganyar tahun 2020 tercapai melebihi target dari Rp1,27 triliun terealisasi menjadi Rp2,9 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karanganyar, Timotius Suryadi mengatakan nilai investasi itu dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PDMA).

“Data ke BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) sudah tercapai. Dari angka tersebut, sebenarnya bisa dilihat tak semua industri mengalami kemunduran akibat pandemi. Bahkan ada yang malah ekspansi usaha berupa perluasan pabrik,” katanya, Jumat (28/5).

Ekspansi tersebut dilakukan pemilik pabrik permen Yupi di Kebakkramat. Timotius menyebut perluasan area pabrik untuk menambah kapasitas produksi. Pemilik usaha berencana menyuplai permen itu ke pasar di wilayah Asia Tenggara.

“Dari permodalan yang dicatatkan ke DPMPTSP, nilai ekspansi sampai puluhan miliar rupiah,” katanya.

Nilai investasi daerah yang yang dicatat DPMPTSP Karanganyar sepanjang 2020 termasuk dari UKM senilai Rp350 miliar.

“Belum semua perusahaan melaporkan nilai modalnya ke kami. Banyak faktor penghambat seperti SDM tidak menguasai OSS (Online Single Submission) dan masih kesulitan mengkonsolidasi potensi permodalan di perusahaannya,” kata Timotius.

Lebih lanjut dikatakan, Pemkab memberi kemudahan calon investor saat menanamkan modalnya melalui Perda tata ruang dan wilayah (RTRW). Hanya saja untuk rencana detil tata ruang (RDTRK) masih disusun.

BERITA REKOMENDASI