Pemkab Karangayar Uji Coba ‘Super Pinter’

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Uji coba program Semua Persalinan Dimimpin Dokter (Super Pinter) terhadap 20 persalinan di tiga puskesmas di Kabupaten Karanganyar menyisakan persoalan tersendiri. Tak semuanya memakai petunjuk dokter.

“Pada uji coba, 90 persen sudah dilakukan sesuai prosedur. Yakni bidan atau perawat melayani persalinan di faskes. Kemudian memberitahu RS untuk berjaga-jaga, agar disiapkan penerimaannya. Sedangkan di puskesmas menyiapkan pengangkutannya. Namun, 10 persen atau dua persalinan belum melaksanakan, terutama di bagian dokumentasi rekam medis. Misalnya, bidan melakukan persalinan tanpa panduan dokter,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo.

Uji coba selama tiga pekan itu berlangsung di Puskesmas  Kebakkramat1, Puskesmas Jumapolo dan Puskesmas Colomadu 1. Hasilnya menjadi evaluasi menyeluruh terkait program tersebut. Ia mengatakan, persalinan yang diawasi dokter bukan hanya dibutuhkan saat persalinan. Namun juga penting bagi bayi yang baru saja dilahirkan. Program Super Pinter bertujuan menekan angka kematian ibu dan bayi di Karanganyar yang tercatat masih tinggi. 

Pada 2017, angka rawan persalinan 72,6/1000 dari seluruh kelahiran hidup. Pada 2018 dengan 42,01/1000 dari kelahiran hidup dan terjadi 5 kematian ibu. Di awal 2019, terjadi empat kasus kematian ibu. DKK menarget angka rawan kematian ibu dan bayi mengecil menjadi 35/1000 dari total kelahiran, dalam lima tahun ke depan.

“Tugas bidan paling ribet saat persalinan. Dengan program ini, mengawal dan membantu persalinan itu dengan pengawasan dokter. Khusus untuk dokter kandungan, diperlukan ketika ada penyulit atau kendala mendadak,” katanya.

Agar bisa dilakukan persalinan secara aman, DKK mendorong pemanfaatan layanan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit mitra BPJS kesehatan. Ia memastikan terdapat dokter di tiap faskes. Kini, tinggal mengatur mekanisme kepatuhan dokter. (Lim)

BERITA REKOMENDASI