Pemkab Pantau Perkembangan Pembangunan ‘Sky Bridge’

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pembangunan sky bridge atau jembatan kaca di Kemuning, Ngargoyoso akan lebih dipantau Pemkab Karanganyar. Meski proyek itu bukan bersumber APBD, namun realisasinya sangat diandalkan mendongkrak geliat pariwisata di kawasan tersebut.

“Sejauh yang kami ketahui, terdapat kendala pemasangan tiang pancang jembatan. Material fondasi yang sedianya dibuat di pabrik terkendala pengirimannya ke lokasi. Sebab, truknya tidak bisa menjangkau medan menanjak dan sempit. Sehingga akhirnya, tiang pancang itu akan dibuat di lokasi,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Titis Sri Jawoto kepada KRJOGJA.com, Senin (23/10/2017).

Pihaknya bakal lebih intens mencari informasi perkembangan proyek yang ditangani investor itu. Sky Bridge digadang-gadang bakal menjadi ikon baru pariwisata di area kebun teh lereng Lawu di Kemuning, Ngargoyoso. Total nilai investasi PT De Kemuning selaku investor mencapai Rp 55 miliar dengan sasaran proyek di 13 item.

Sebagian diantaranya digarap pada Agustus-Desember 2017 meliputi sky bridge, gate, lokasi parkir dan jalan masuk dengn nilai kebutuhan Rp 17 miliar. Yayasan Rumpun Diponegoro selaku penguasa area kebun teh Kemuning mengizinkan PT De Kemuning menggarapnya di luasan 12 hektare.

Lebih lanjut Titis mengatakan, komunikasi dengan PT De Kenuning juga bakal lebih intens terkait progres proyek tersebut. Ia tak menginginkan investor berhenti di tengah jalan gara-gara kehabisan modal maupun faktor lainnya.

“Duit pembangunannya memang bukan dari APBD. Tapi kita berhak tahu bagaimana perkembangan Sky Bridge. Lagipula investor menyanggupi akan menggarapnya sampai selesai. Sebab itu potensinya luar biasa untuk bisnis mereka,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono optimistis PT De Kemuning mampu merampungkan Sky Bridge. Ia tak memungkiri dibutuhkan modal tidak sedikit untuk merealisasikannya. Hanya saja, itu merupakan tanggung jawab pemenuhan dari investor.

“Kita bekerjasama dengan perusahaan PT De Kemuning. Apabila ada masalah di internalnya, itu saya harap tidak mempengaruhi komitmen awal. Perusahaan itu bisa mengganti personelnya yang bermasalah. Namun kerjasama PT De Kemuning dengan Pemkab harus terus berlanjut,” kata bupati. (Lim)

BERITA REKOMENDASI