Pemkab Sragen Anggarkan Pembelian Ivermectin

Editor: Agus Sigit

SRAGEN, KRjogja.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menyiapkan dana APBD untuk pembelian obat Ivermectin guna dipakai terapi pasien Corona atau COVID-19. Ivermectin bersama paket vitamin dan obat lain, akan diberikan kepada pasien Corona dengan gejala ringan yang menjalani isolasi mandiri maupun terpusat.

Pengadaan Ivermectin itu didasari pengalaman sejumlah pasien Corona di Sragen yang sembuh setelah mengonsumsi obat tersebut. “BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) kan sudah merekomendasikan Ivermectin sebagai salah satu obat alternatif yang bisa digunakan untuk pasien COVID-19. Pemberiannya nanti harus dengan resep dokter,” ujar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati ditemui wartawan di kompleks kantor Bupati Sragen, Rabu (4/8).

Yuni yang juga berprofesi sebagai dokter ini memastikan kebijakan pemberian Ivermectin kepada pasien COVID-19 ini sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ivermectin dipilih karena dalam ujicoba yang dilakukan sebelumnya menunjukkan perbaikan kondisi kesehatan para pasien COVID-19. “Ya iya (sesuai regulasi), masa kita melawan regulasi, kan tentu tidak. Yang diperbolehkan Ivermectin dari Indofarma, ya kita beli dari sana,” jelasnya.

Alasan penggunaan Ivermectin, lanjut Yuni, karena itu menjadi salah satu terapi alternatif dan sudah diberikan ke pasien di Sragen yang menjalani isolasi di Technopark. Hasilnya para pasien tersebut menunjukkan perbaikan.

Pembelian ivermectin tersebut nantinya akan menggunakan anggaran penangangan COVID dari APBD. Ivermectin dibeli bersama vitamin dan obat lain yang nantinya dijadikan satu paket. “Dananya nggak sampai miliaran. totalnya yang tahu Dinkes. Kita punya anggaran 8 persen dari DAU (dana alokasi umum) untuk penanganan COVID untuk beli obat. Bukan untuk beli Ivermectin saja, ada vitamin C, vitamin D, Osetamivir, antibiotik, Paracetamol,” imbuhnya.

Yuni mengatakan, paket obat tersebut akan diberikan kepada pasien COVID-19 dengan gejala ringan maupun orang tanpa gejala (OTG). Semua pemberian obat nantinya akan dilampiri dengan resep. “Memang (ivermectin) termasuk obat keras sehingga kita harus menuliskan resep, ya kita tulis (resep),” jelasnya.

Yuni mengaku tidak pernah mengkhususkan (beli ivermectin). Selama ini hanya perintah agar diberikan obat yang bisa untuk menyembuhkan masyarakat. “Termasuk obat pemberian dari TNI yang diberikan kepada pasien isoman itu juga secara garis besar pasti harus ada vitamin, antivirus, antibiotik, paracetamol kalau ada demam, itu saja,” pungkasnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI