Pemkab Sragen Gagas Perda Larangan Jebakan Tikus Listrik

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menggagas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang larangan pemasangan jebakan tikus listrik. Hal ini didasari banyaknya korban yang berjatuhan akibat pemasangan jebakan tikus listrik tersebut.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati Jumat (27/08/2021) mengatakan, harus ada regulasi tegas untuk menghentikan praktik pemasangan jebakan tikus yang dialiri listrik tersebut. Petani yang nekat memasang jebakan listrik harus diberi sanksi tegas berupa denda agar ada efek jera. “Kami akan siapkan regulasi berupa peraturan daerah (Perda) supaya tidak ada lagi korban. Selama ini kami sudah sosialisasi, tapi ternyata masih saja petani nekat memasang,” ujarnya.

Selama kurun 2020 sampai Agustus 2021 tercata sebanyak 20 orang petani meninggal dunia karena terkena jebakan tikus beraliran listrik. Kasus jebakan tikus terakhir menimpa warga Desa/Kecamatan Tanon, Sragen, Suparlan (69) tewas tersetrum aliran listrik pada jebakan tikus saat hendak mematikan aliran listrik pada pukul 05.45 WIB.

Menurut Yuni, nantinya pemasang jebakan tikus harus didenda agar tidak ada lagi yang berani memasang. “Ini pemikiran saya yang nantinya bisa ditindaklanjuti dalam bentuk perda. Selama ini kami sudah banyak berusaha supaya tidak memunculkan korban baru tetapi petani masih ada yang nekat sehingga masih terjadi korban baru,” jelasnya.

Yuni mengaku Pemkab Sragen sudah banyak melakukan upaya antisipasi dan sosialisasi. Dia menerangkan sosialisasi dilakukan door to door dan keliling ke desa-desa sampai membuat peraturan bupati. Dia tidak habis pikir karena masih ada petani yang jadi korban jebakan tikus. Dia mengatakan perbup yang ada belum mengatur soal denda karena perbup tidak mengatur sanksi itu.

“Makanya harus dibikinkan Perda agar ada aturan yang mengikat. Kalau tidak ada aturan itu seolah-olah masyarakat menganggap tidak ada hukumannya sehingga masih nekat. Mereka nekat itu karena kebutuhan untuk membasmi tikus,” katanya.

Manager ULP PLN Sragen Mahfud Sungadi mengaku berencana melakukan mitigasi awal untuk pengumpulan data dan pemetaan tentang jumlah jaringan listrik yang masuk sawah dan jumlah petani yang menggunakan jebakan tikus berlistrik.

“Nantinya masih ada rapat lanjutan. Tidak semua jebakan tikus itu mengambil listrik dari jaringan PLN tetapi lebih banyak yang mengambil sumber listrik dari genset. Listrik PLN tujuan untuk penyedotan air irigasi dari sumur dalam supaya produktivitas pertanian terjaga,” katanya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI