Pemkab Sragen Tanggung Biaya Pengobatan

SRAGEN, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akan menanggung biaya pengobatan para korban luka akibat runtuhnya aula SMKN 1 Miri. Selain itu, pemkab juga akan melakukan evaluasi untuk mengetahui secara pasti penyebab robohnya bangunan.

Sejauh ini, masih ada siswa yang dirawat di berbagai Rumah Sakit (RS) di Solo dan Sragen. Para korban rata-rata mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan aula. 

BACA JUGA :

Hujan Deras, Sekolah Ambruk Timpa Siswa

"Ada beberapa siswa yang sudah punya kartu BPJS dan biaya pengobatan sudah ditanggung semua. Tapi ada juga yang tidak punya BPJS dan masuk kategori pasien umum. Pemkab akan menanggung semua biaya pengobatan," ujar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Kamis (21/11).

Data terakhir, dari 22 siswa yang tertimpa reruntuhan bangunan, tinggal 13 siswa yang dirawat. Sementara 9 siswa lain hanya mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang. Para siswa dirawat di RSUD Sragen, RS dr Moewardi Solo, RS PKU Solo, dan RS Karima Husada Kartasura.

Yuni mengaku prihatin dengan musibah ini dan langsung memerintahkan dinas untuk mendata semua bangunan sekolah. Terutama untuk sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi tanggungjawab pemkab.  "Kami sudah minta dinas untuk mendata seluruh bangunan sekolah SD dan SMP. Jangan sampai musibah seperti ini terulang," jelas Yuni.

Menurut Yuni, harus ada evaluasi mendalam terkait musibah ini. Apakah murni karena faktor alam, karena angin yang terlalu kencang. "Kami menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terutama menghadapi awal musim penghujan. Biasanya terjadi hujan deras disertai angin kencang," tandasnya.

Sementara, rombongan Komisi IV DPRD Sragen juga langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi kejadian serta menjenguk para korban yang masih dirawat. 

"Kami minta pemkab segera melakukan evaluasi. Kalau ingin membangun kembali aula, harus diperhitungkan benar kekuatan bangunan. Apalagi wilayah Miri merupakan salah satu langganan bencana angin setiap tahun," ujar Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto saat menjenguk korban di RSUD Sragen. (Sam)

BERITA REKOMENDASI