Pemkab Sukoharjo Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Ideal ASN

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRjogja.com – Pemkab Sukoharjo belum mampu memenuhi semua kebutuhan ideal jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) karena banyaknya pegawai pensiun dan terbatasnya penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) setiap tahun. Pemenuhan kebutuhan baru dilakukan pada sebagian kekosongan pejabat dengan membuka seleksi terbuka dan kompetitif pengisian posisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Keberadaan ASN yang ada tetap dimaksimalkan menjalankan tugas sambil menunggu tambahan pegawai baru dari pemerintah pusat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Widodo, Minggu (8/8) mengatakan, kebutuhan ideal pegawai di Pemkab Sukoharjo khususnya ASN termasuk guru dan tenaga kesehatan berstatus negeri masih sangat kurang. Kekurangan tersebut sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu karena faktor banyaknya ASN pensiun, meninggal dunia, pindah tugas dan terbatasnya kuota tambahan saat penerimaan CASN dari pemerintah pusat. Faktor paling dominan yakni ASN pensiun setiap tahun sekitar 400 orang dan sangat sedikitnya tambahan ASN baru saat penerimaan CASN setiap tahun.

Kondisi yang sudah terjadi sejak beberapa tahun dikatakan Widodo kemudian terakumulasi hingga sekarang. Akibatnya pemenuhan kebutuhan ideal ASN belum mampu dipenuhi semua. Kondisi sama tidak hanya terjadi di Kabupaten Sukoharjo saja melainkan juga daerah lain.

“Kebutuhan ideal belum terpenuhi dalam arti Pemkab Sukoharjo masih kekurangan ASN. Penyebabnya karena banyak ASN pensiun dan belum ada pengganti atau tambahan ASN baru. Sedangkan saat penerimaan CASN kuota yang diberikan pemerintah juga terbatas,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo sekarang diperkirakan hanya memiliki sekitar 7.000 ASN bekerja disemua organisasi perangkat daerah (OPD). Widodo mengatakan, angka tersebut bisa menurun lagi karena ASN banyak pensiun hingga akhir tahun 2021 nanti.

“Pemkab Sukoharjo dulu pernah memiliki ASN sekitar 10 ribu hingga 11 ribu orang. Angka pada saat itu bisa dikatakan sudah ideal. Tapi beberapa tahun terakhir terus menurun karena banyak ASN pensiun. Jumlah ASN sekarang diperkirakan sekitar 7.000-an orang. Angka persisnya badan kepegawaian yang tahu,” lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo dengan kondisi seperti sekarang tetap memaksimalkan ASN untuk menjalankan tugas. Terpenting juga ASN memberikan pelayanan penuh pada masyarakat meski kondisi ditengah kekurangan pegawai dan pandemi virus Corona.

“Pada kondisi pandemi virus Corona kerja ASN tetap harus maksimal meski bekerja dari rumah secara online. Pelayanan pada masyarakat tetap harus jalan,” lanjutnya.

Widodo melanjutkan, kekurangan ASN paling banyak terjadi pada guru dan tenaga kesehatan. Baik guru dan tenaga kesehatan berstatus ASN mengalami kekurangan juga disebabkan karena faktor banyak pegawai pensiun dan tambahan dalam penerimaan CASN kuotanya terbatas.

“Guru dan tenaga kesehatan perlu tambahan ASN baru. Apalagi sekarang ditengah pandemi virus Corona pelayanan masyarakat dibidang kesehatan sangat dituntut untuk mempercepat penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI