Pemkab Sukoharjo Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Ideal ASN

Editor: Agus Sigit

Wakil Bupati Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, pemenuhan kebutuhan baru dilakukan pada sebagian kekosongan pejabat dengan membuka seleksi terbuka dan kompetitif pengisian posisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Pemenuhan itupun dilakukan dengan memaksimalkan ASN yang ada.

“Di satu sisi Pemkab Sukoharjo masih memerlukan tambahan ASN baru karena banyak ASN pensiun. Disisi lain ASN pensiun tersebut membuat posisi jabatan banyak yang kosong dan Pemkab Sukoharjo sudah melakukan tahapan pemenuhan tersebut dengan membuka seleksi terbuka yang diikuti ASN atau pejabat yang ada sekarang,” ujarnya.

Agus menjelaskan, pemenuhan tambahan ASN baru harus melalui proses panjang dan persetujuan pemerintah. Disisi lain juga wajib melihat kemampuan anggaran agar tambahan ASN baru tidak menjadi beban pemerintah karena keterbatasan dana yang dimiliki.

“Apalagi ditengah pandemi virus Corona seperti sekarang. Karena itu kebijakan penambahan ASN baru tetap mempertimbangkan banyak hal. Itu sudah dilakukan pemerintah dan nyatanya tahun ini tetap saja masih ada penerimaan CASN meski kuota yang diberikan ke Sukoharjo terbatas,” lanjutnya.

Seperti diketahui sebanyak 1.148 orang dari total 8.201 orang pendaftar Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) non guru Pemkab Sukoharjo dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. Hal tersebut diketahui setelah panitia rekrutmen CASN dan PPPK Pemkab Sukoharjo telah selesai melakukan seleksi administrasi dan hasilnya sudah diumumkan ke masyarakat. Pendaftar yang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi bisa mengajukan sanggahan pada 4-6 Agustus.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo, Sumini, Rabu (4/8) mengatakan, panitia rekrutmen CASN dan PPPK Pemkab Sukoharjo sebenarnya menerima total pendaftar sebanyak 9.985 orang. Pendaftar tersebut berasal dari CASN, PPPK non guru dan PPPK guru. Namun khusus PPPK guru proses penanganan seleksi administrasi ditangani langsung pemerintah pusat melalui Kemendikbud.

Ada sebanyak 1.783 orang pendaftar PPPK guru proses seleksi administrasi ditangani Kemendikbud. Pemkab Sukoharjo menyerahkan sepenuhnya proses tersebut ke pemerintah pusat.

Panitia rekrutmen Pemkab Sukoharjo mendapat tugas seleksi administrasi bagi pendaftar CASN dan PPPK non guru. Total ada sebanyak 8.202 orang pendaftar berkasnya diterima petugas. Proses selanjutnya dilakukan seleksi administrasi dan diketahui hasilnya ada sebanyak 1.148 orang pendaftar dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi.

“Proses seleksi administrasi sudah dilakukan panitia rekrutmen daerah. Pendaftar yang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi bisa mengajukan sanggahan. Masa sanggah sesuai jadwal pada 4-6 Agustus melalui website https://sscasn.bkn.go.id,” ujarnya.

Data dari panitia rekrutmen CASN dan PPPK Pemkab Sukoharjo diketahui, untuk CASN yang dinyatakan lolos administrasi sebanyak 6.682 orang pendaftar dan yang tidak lolos sebanyak 1.035 orang pendaftar. Sedangkan seleksi administrasi PPPK non guru yang dinyatakan lolos seleksi administrasi sebanyak 377 orang dan tidak lolos ada 108 orang pendaftar. Total keseluruhan pendaftar CASN dan PPPK non guru yang tidak lolos seleksi administrasi sebanyak 1.148 orang pendaftar.

Para pendaftar CASN dan PPPK sudah mendapatkan informasi terkait hasil seleksi adminitrasi. Panitia rekrutmen telah memberikan pengumuman pada masyarakat. Nantinya apabila ada pendaftar yang mengajukan sanggahan maka petugas tetap akan melayani. Jawaban sanggahan akan disampaikan pada 4-13 Agustus.

Total ada 827 formasi disediakan dalam penerimaan CASN dan PPPK tahun 2021 ini. Masyarakat bisa melihat informasi dan mendaftarkan diri dan hasil seleksi administrasi termasuk tahapan menjadi peserta seleksi melalui online di https://sscasn.bkn.go.id.

Data dari BKPP Sukoharjo diketahui rincian formasi untuk PPPK tenaga pendidikan guru sebanyak 571 orang. Kemudian untuk tenaga kesehatan sebanyak 155 orang yang terdiri dari CASN 59 orang dan PPPK 96 orang, untuk tenaga teknis total 101 orang terdiri dari CASN 92 orang dan PPPK sembilan orang. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI