Pemkab Sukoharjo Masih Kosentrasi Selesaikan PPKM Darurat

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Pemkab Sukoharjo masih kosentrasi menyelesaikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona sesuai batas waktu 3-20 Juli 2021. Kebijakan terkait pengetatan protokol kesehatan masih diberlakukan demi menekan kasus virus Corona. Pemkab Sukoharjo nantinya menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat apakah PPKM darurat virus Corona diperpanjang atau tidak.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Jumat (16/7) mengatakan, Pemkab Sukoharjo sekarang masih menerapkan PPKM darurat virus Corona sesuai kebijakan pemerintah pusat. Penerapannya berlaku sejak 3-20 Juli 2021 dan terus dilaksanakan hingga habis atau batas waktu yang telah ditentukan pemerintah pusat. Pemkab Sukoharjo menggunakan dasar acuan aturan dari pemerintah pusat berupa Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Virus Corona di wilayah Jawa dan Bali.

“Pemkab Sukoharjo masih akan menyelesaikan PPKM darurat virus Corona sesuai batas waktu 3-20 Juli 2021. Soal nanti diperpanjang atau tidak, karena memang sekarang sudah muncul wacana dari pemerintah pusat maka kami serahkan ke pemerintah pusat. Perpanjangan atau tidak PPKM darurat jadi kewenangan pemerintah pusat. Sedangkan pemerintah daerah mengikuti dan nantinya juga akan persiapan pembahasan bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo terkait kebijakan PPKM darurat virus Corona,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo meminta pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo untuk tetap kosentrasi dan bekerja keras menekan angka kasus positif virus Corona. Berbagai kegiatan dilakukan seperti operasi yustisi hingga sosialisasi protokol kesehatan pada masyarakat.

“Jangan lengah dan jangan abai. Tetap patuhi protokol kesehatan. Penurunan kasus virus Corona menjadi tugas bersama baik pemerintah maupun masyarakat,” lanjutnya.

Etik menegaskan, kebijakan terkait PPKM darurat virus Corona sekarang tetap masih berlaku. Pemkab Sukoharjo meminta agar masyarakat membantu dengan cara mematuhi protokol kesehatan.

“Kepatuhan menerapkan protokol kesehatan sangat penting. Kalau kasus virus Corona turun maka PPKM darurat virus Corona bisa saja dicabut atau tidak diperpanjang pemerintah pusat. Tapi kalau kasus virus Corona tinggi maka kemungkinan PPKM darurat bisa diperpanjang,” lanjutnya.

Evaluasi terhadap penerapan PPKM darurat virus Corona terus dilakukan Pemkab Sukoharjo bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Upaya untuk menekan kasus virus Corona terus dilakukan dengan melibatkan semua pihak.

“Patuhi protokol kesehatan, sebab dari evaluasi sebelumnya saya lihat masih ada pelanggaran. Temuan didapati saat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo turun melakukan operasi yustisi menemukan banyak tepat usah masih buka diatas batas maksimal, warga berkerumun dan tidak memakai masker,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI