Pemkab Sukoharjo Waspadai Bencana Alam dan Virus Corona

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRjogja.com – Pemkab Sukoharjo meminta pada petugas gabungan tetap siap siaga menghadapi ancaman bencana alam dan penambahan kasus virus Corona. Sebab kondisi sekarang masih pandemi dan terjadi perubahan cuaca ekstrem. Antisipasi dilakukan khususnya saat menghadapi libur natal dan tahun baru mengingat ada kerawanan peningkatan aktivitas masyarakat di luar rumah jelang akhir tahun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Widodo, Sabtu (11/12) mengatakan, Pemkab Sukoharjo sudah menerima petunjuk dari pemerintah pusat terkait dua hal penting menjelang akhir tahun khususnya mengenai ancaman bencana alam akibat perubahan cuaca ekstrem dan penambahan kasus virus Corona karena sekarang masih pandemi dan adanya varian baru virus Corona. Hal tersebut sudah ditindaklanjuti Pemkab Sukoharjo dengan menggelar rapat internal. Hasilnya kemudian diteruskan ke jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

“Pertama berkaitan adanya varian atau jenis baru virus Corona dan sekarang masih pandemi. Tetap diantisipasi jangan sampai ada penambahan kasus baru virus Corona. Kedua berkaitan ancaman bencana alam karena perubahan cuaca ekstrem. Petugas gabungan tetap kami minta siap siaga dan masyarakat juga wajib waspada,” ujarnya.

Widodo menjelaskan, menghadapi libur natal dan tahun baru pemerintah pusat batal menerapkan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Pemkab Sukoharjo dengan hal tersebut maka tetap melanjutkan status PPKM level 2. Meski tidak ada perubahan namun penerapan protokol kesehatan secara ketat tetap wajib diterapkan.

Mengenai pandemi virus Corona dan varian baru, Widodo mengatakan, Pemkab Sukoharjo sudah bekerja keras menurunkan angka kasus dan terus berupaya mencegah penambahan serta masuknya varian baru virus Corona di Kabupaten Sukoharjo. Pengetatan protokol kesehatan telah dilakukan oleh petugas gabungan dengan operasi disejumlah tempat.

Kegiatan lainnya juga dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo dengan menggelar tes swab PCR salah satu sasarannya yakni pendatang. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan pendatang dalam keadaan sehat atau tidak saat masuk ke wilayah Kabupaten Sukoharjo.

“Protokol kesehatan tetap jalan dilakukan secara ketat. Masyarakat wajib mematuhi dan jangan abai. Harapannya hingga akhir tahun tidak ada kenaikan kasus positif virus Corona,” lanjutnya.

Sedangkan berkaitan ancaman bencana alam, Widodo mengatakan Pemkab Sukoharjo sudah menerima informasi dari pemerintah pusat dan BMKG terkait perkembangan kondisi cuaca. Dalam beberapa hari kedepan diprediksi terjadi peningkatan curah hujan yang berdampak pada kerawanan bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang.

“Cuaca sangat ekstrem, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah untuk menghindari terkena bencana alam dan menghindari penyebaran virus Corona,” lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo sudah menyiapkan petugas gabungan dalam menghadapi ancaman bencana alam. Semua pasukan dan peralatan sudah siap digunakan. Termasuk juga akan disiapkan dapur umum dan kebutuhan obat apabila bencana alam terjadi di Kabupaten Sukoharjo.

“Dua hal penting tersebut terus kami pantau dan persiapan agar kondisi di Kabupaten Sukoharjo aman. Kalaupun ada bencana alam jangan sampai ada korban jiwa dan bila terjadi penambahan kasus virus Corona tidak terlalu signifikan. Perlu dukungan dan kerjasama semua pihak,” lanjutnya.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, Pemkab Sukoharjo masih memberlakukan PPKM level 2. Status diterapkan dengan harapan tidak ada lagi penambahan kasus virus Corona mengingat protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat.

“Tetap memakai masker dengan benar agar tidak terjadi penambahan kasus virus Corona. Apalagi ada informasi dan peringatan dari pemerintah pusat terkait varian baru virus Corona,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo meminta pada semua petugas terkait membantu melakukan pengawasan diwilayahnya masing-masing. Sebab dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat maka penyebaran virus Corona bisa dihindari.

“Apabila ada pendatang masuk ke Sukoharjo dan lolos dari pengawasan petugas maka pihak keluarga, tetangga, pengurus RT/RW bisa melaporkan ke pihak desa dan kelurahan atau langsung ke kecamatan. Nanti akan ditindaklanjuti petugas minimal di cek kondisi kesehatannya apakah sehat atau tertular virus Corona. Kemudian pendatang juga harus isolasi mandiri dulu,” lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI