Pemkot Bakal Tarik Guru Negeri dari Swasta

SOLO, KRJOGJA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam waktu dekat akan menarik seluruh guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini diperbantukan ke sekolah-sekolah swasta gua menambal kekurangan tenaga pengajar di sejumlah sekolah negeri.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo, Rahmat Sutomo kekurangan guru di sekolah negeri, baik jenjang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) semakin besar. Di satu sisi banyak guru memasuki masa pensiun, sementara di sisi lain tidak ada penambahan guru baru dalam beberapa tahun terakhir, sehingga penarikan guru negeri dari tempat tugas lama di sekolah swasta bisa menutup kebutuhan guru di sekolah negeri.

Meski begitu Rahmat menyebut, kebijakan tersebut tak mampu sepenuhnya menutup kekurangan guru di sekolah negeri. Pasalnya, jumlah guru negeri yang diperbantukan di sekolah swasta tidak sebanding dengan kekurangan guru yang tersebar di 147 SD dan 28 SMP.  "Selain menarik guru negeri dari sekolah swasta, perlu solusi lain, diantaranya menggabungkan sekolah-sekolah negeri dengan jumlah murid relatif kecil, dengan sekolah lain terdekat."

Persoalannya, menurut Rahmat, regrouping sekolah tidak bisa dilakukan serta merta, sebab acapkali terkendala dengan sikap orang tua siswa yang menolak penggabungan dengan berbagai dalih. Beberapa kali dilontarkan wacana penggabungan dua sekolah dengan lokasi saling berdekatan menjadi satu, memperoleh penolakan dari orang tua siswa karena khawatir mempengaruhi kondisi psikhologis siswa, hingga berdampak pada prestasi belajar. (Hut)

BERITA REKOMENDASI