Pemkot Solo Berbenah, Lokalisasi Silir Kini Jadi Kawasan Ekonomi Baru

SOLO, KRJOGJA.com – Kawasan Semanggi yang dulu lekat dan terkenal dengan Lokalisasi Silir, bertahap mulai tumbuh menjadi kawasan pengembangan dan ekonomi baru di wilayah Solo belahan Selatan. Sejumlah fasilitas publik dan pusat ekonomi, sejak beberapa tahun lalu telah dibangun, diantaranya Pasar Notoharjo yang saat ini bertumbuh menjadi pusat perdagangan klithikan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang saat in masih dalam proses pengerjaan, dan saat ini mulai dikerjakan gedung sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Walikoata Solo, FX Hadi Rudyatmo, menjawab wartawan, usai pemasangan tiang panjang pertama sentra IKM, di Semanggi, Jumat (29/6/2018), mengungkapkan, kawasan Semanggi tetap akan moncer dan jauh dari kesan kumuh. Jika dulu Semanggi dikenal karena Lokalisasi Silir yang sejak belasan tahun lalu telah ditutup, ke depan lebih dikenal lagi sebagai wilayah pertumbuhan ekonomi baru.

Keberadaan sentra IKM yang saat ini memasuki tahap pembangunan, menurut pria bersapaan akrab Rudy, diproyeksikan menjadi wahana pengembangan industri kreatif yang saat ini menjadi primadona perekonomian. Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi ini, nantinya tak saja dialokasikan sebagai show room berbagai produk industri kreatif, tetapi juga dilengkapi ruang workshop, baik dalam bidang pelatihan manajemen maupun penciptaan desain dan produk baru.

Menjawab pertanyaan Pasar Hewan Semanggi yang berlokasi tak jauh dari sentra IKM, RSUD, Pasar Notoharjo, dan Sekolah Dasar (SD) Semanggi, serta menjadi sumber pencemaran udara, Rudy memastikan dipindahkan ke lokasi lain. Pencemaran udara berupa bau busuk tidak dapat ditoleransi lagi, sehingga harus di pindahkan ke lokasi yang jauh dari permukiman dan aktivitas publik. Sementara ini, pemindahan mengarah ke kawasan Mojosongo.

Atas rencana pemindahan itu, Rudy meyakini akan memunculkan pro dan kontra, sebab pasar tersebut telah berdiri sejak puluhan tahun silam. Tetapi, keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk memindahkan Pasar Hewan Semanggi tak akan berubah, kendati nanti muncul aksi protes. Ketidaksetujuan beberapa atau sekelompok orang, tak boleh mengalahkan kepentingan yang lebih luas, terlebih sebagian besar komunitas Pasar Hewan Semanggi berasal dari daerah di luar Kota Solo.

Aktivitas belajar mengajar di sekolah yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari Pasar Hewan Semanggi, ataupun RSUD yang juga berjarak sekitar 500 meter, memerlukan kondisi nyaman dan bebas dari bau menyengat yang sangat mengganggu. Karenanya, dia meminta kesadaran seluruh komunitas Pasar Hewan Semanggi untuk memahami kebijakan Pemkot Solo dalam menata tata ruang wilayah.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI