Pemkot Solo Desak Status Daksinalaya dan Pracimalaya

SOLO,KRJOGJA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendesak pemerintah pusat segera memastikan status pengelolaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pracimalaya dan Daksinalaya yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi sengketa dengan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo. Kepastian tersebut penting, sebab kapasitas pemakaman di Kota Solo semakin menipis, sementara upaya mencari lahan baru dengan pengadaan tanah di luar kota, sejauh ini belum membuahkan hasil.

Menjawab wartawan, di Balaikota, Selasa (6/6/2017), Walikota Solo, FX Hadi Ruyatmo mengungkapkan, pekan lalu pihaknya mendatangi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN), untuk menagih penyelesaian sengketa dua tempat pemakaman tersebut. "Kami minta ketegasan atas status kedua makam itu, sehingga persoalan tidak terkatung-katung sebagaimana terjadi dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.

Sebagaimana dikhabarkan, TPU Pracimalaya dan Daksinalaya, secara geografis berada di wilayah Kabupaten Sukoharjo, namun tercatat sebagai aset Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, dan sekaligus sebagai pengelola. Sekitar empat tahun lalu, Pemkab Sukoharjo mempersoalkan pengelolaan kedua TPU, dan berkeinginan mengambil alih, sehingga terjadi sengketa dan hingga kini dinyatakan status quo.

Secara historis, TPU Pracimalaya dan Daksinalaya, jelas Walikota yang akrab disapa Rudy, berada di dalam kawasan kekuasaan Keraton Kasunanan Solo. Pada saat itu, Keraton Kasunanan Solo menyediakan pemakaman bagi rakyat di empat penjuru mata angin, masing-masing di sisi Timur Prwalaya, sisi Utara Utaralaya (keduanya masuk wilayah Kota Solo), dan Pracimalaya (sisi Barat) dan Daksinalaya (wilayah Selatan) yang secara geografis sekarang masuh wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Jadi, pengelolaan TPU Daksinalaya dan Pracimalaya di tangan Pemkot Solo, menurut Rudy, lebih dilandasi aspek kesejarahan sejak masa kejayaan Keraton Kasunanan Solo. Karenanya dia berharap, pemerintah pusat juga mempertimbangkan aspek historis itu dalam memutuskan status hukum kedua tempat pemakaman. Terlebih, selama ini Pemkot Solo tidak pernah melakukan pembatasan penggunaan makam. Semua warga diberikan kesemaptan sama untuk memakamkan keluarga yang meninggal di TPU Daksinalaya maupun Pracimalaya, tanpa melihat yang bersangkutan warga Solo ataupun Sukoharjo.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI