Pemkot Solo Kelabakan, Dana Revitalisasi Klewer Timur Cair

SOLO, KRJOGJA.com – Dana revitalisasi Pasar Klewer Timur dari pemerintah pusat senilai Rp 48 miliar cair, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kelabakan, karena sisa waktu hingga akhir tahun anggaran tinggal tiga setengah bulan. Padahal, sesuai rencana semula, proses revitalisasi Pasar Klewer Timur menjadi tiga lantai, termasuk basement, diperkirakan memerlukan waktu hingga enam bulan.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag), Subagyo, menjawab wartawan, di Balaikota, Kamis (14/9/2017) mengungkapkan, tidak ada pilihan lain, revitalisasi Pasar Klewer Timur sebagai kelanjutan pembangunan kembali Pasar Klewer sisi Barat yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo (JOkowi) April lalu, harus rampung paling lambat 31 Desember 2017. Konsekuensinya, proses revitalisasi, mulai dari pemindahan pedagang ke pasar darurat, lelang penghapusan aset pasar lama, hingga pelaksanaan pekerjaan, dilakukan secara maraton, tanpa harus mengurangi kualitas bangunan.

Beberapa waktu lalu, tambahnya, Pemkot Solo sebenarnya mengajukan izin revitalisasi dilakukan secara multiyears, terkait pencairan dana dari pemerintah pusat yang dijadwalkan sekitar Juli, molor hingga pekan kedua bulan September. Hanya saja, Kementerian Perdagangan (Kemendag) tidak mengizinkan pola multiyears, dengan dalih mekanisme penggunaan anggaran Tugas Pembantuan (TP), hanya berlaku untuk satu tahun anggaran.

Kendati waktu yang tersedia sangat mepet, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin proses revitalaisasi memenuhi ketentuan yang berlaku. Saat ini, sekitar 546 pedagang Pasar Klewer Timur mulai membenahi pasar darurat di kawasan Alun-alun Utara (Alut) Keraton Kasunanan Solo, sebab Pasar Klewer Timur sudah harus dikosongkan paling lambat pada Selasa (19/9/2017). Dalam waktu bersamaan juga dilakukan lelang penghapusan aset pasar lama, serta lelang pekerjaan revitalisasi. "Awal pekan depan diharapkan sudah ada pemenang lelang, lalu dilakukan pembongkaran, sedangkan pekerjaan revitalisasi dimulai 8 Oktober," ujarnya.

Di sisi lain, salah satu pedagang, Nur Maulidina disela membenahi kios pasar darurat mengungkapkan, tak ada persoalan terkait dengan pemindahan ke pasar darurat selama proses revitalisasi berlangsung. Kondisi kios di pasar darurat yang pernah digunakan untuk menampung pedagang Pasar Klewer sisi Barat, relatif masih memadai. "Tinggal pengecatan ulang, serta pemasangan instalasi listrik, karena sebagian besar kabel raib," ujarnya.

Sejak awal, para pedagang memang menghendaki Pasar Klewer Timur segera direvitalisasi, sehingga terintegrasi dengan Pasar Klewer Sisi Barat yang kini berdiri megah. Terlebih kondisi bangunan Pasar Klewer Timur nyaris tidak layak lagi, karena terjadi kebocoran atap di sejumlah titik, selain pula sirkulasi udara di dalam pasar kurang memadai, terkait keterbatasan sistem ventilasi serta ketinggian atap yang hanya 3 meter. (Hut)

 

BERITA REKOMENDASI