Pemkot Solo Realisasikan RSUD Kedua

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo merealisasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kedua, dari lima rumah sakit yang diimpikan. RSUD pertama di kawasan kampung Ngipang Kecamatan Banjarsari telah beroperasi sejak enam tahun lalu, sedangkan RSUD kedua di kampung Semanggi Kecamatan Pasar Kliwon dan saat ini memasuki tahap pembangunan yang diproyeksikan mulai beroperasi tahun 2019 mendatang.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyatakan, pada saatnya nanti berdiri satu unit RSUD sehingga masyarakat mudah mengakses layanan kesehatan memadai. Setelah RSUD Semanggi beroperasi, berlanjut pada pembangunan RSUD di wilayah Kecamatan Jebres yang memanfaatkan lahan bekas Bong Mojo Kentingan yang telah ditutup sejak 10 tahun silam.

Bahkan saat ini, sebagian ahli waris telah memindahkan kerangka jenasah ke tempat pemakaman lain, pada umumya ke Makam Delingan, Kabupaten Karanganyar. Terkait dengan pembangunan RSUD Semanggi, pria yang akrab disapa Rudy ini mewanti-wanti agar masyarakat sekitar tidak merecoki hingga mengakibatkan proses pengerjaan bangunan tersendat.

"Kami tak ingin proyek pembangunan RSUD Semanggi tersendat hanya karena persoalan-persoalan non teknis," tegasnya disela peletakan batu pertama RSUD Semanggi, Jumat (22/12/2017).

Pengawasan tidak saja sebatas pada oknum aparat pemerintah yang sering diidentikkan dengan pelaku pungli, tetapi juga masyarakat yang berdasar pengalaman lalu, juga melakukan hal sama. Karenanya, dia meminta seluruh pejabat pemerintah hingga tingkat lurah, anggota dewan, tokoh masyarakat, dan sebagainya, ikut mengawasi proses pembangunan RSUD Semanggi.

Jika nanti ditemukan pungli, dia mengisyaratkan Tim Saberpungli mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku. Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan (DKK), Siti Wahyuningsih menyebutkan RSUD Semanggi dibangun secara vertikal dengan enam lantai karena keterbatasan lahan.

Rumah sakti berkapasitas 240 tempat tidur yang sebagian besar ruang rawat inap kelas 3 ini, dibangun secara multi years dengan biaya total Rp 192 miliar. Pada tahun anggaran 2017, pembangunan melingkup konstruksi bawah dengan anggaran sebesar Rp 24 miliar, sedangkan pada tahun 2018 dialokasikan anggaran Rp 99 miliar dan terakhir pada tahun  2019 disiapkan dana Rp 69 miliar. Seperti halnya RSUD Ngipang, layanan kesehatan yang disediakan relatif lengkap. (Hut)

BERITA REKOMENDASI