Pemuda Muhammadiyah Buka Madrasah Antikorupsi

KARANGANYAR (KRjogja.com) –  Salah satu upaya memberantas penyakit bangsa dikenalkan Pemuda Muhammadiyah melalui Madrasah Antikorupsi. Organisasi otonom Muhammadiyah ini juga mendorong pengurus daerah berperan dalam gerakan pemberantasan narkoba.

Sekretaris PDM Jawa Tengah, Marijo,Minggu (18/09/2016) mengatakan peserta didik di Madrasah Antikorupsi diseleksi dari kader daerah. Pada angkatan pertama ini berlangsung selama satu semester atau 14 kali pertemuan.

“Ini merupakan program nasional Pemuda Muhammadiyah yang diteruskan ke seluruh daerah. Materi di Madrasah Antikorupsi tentang bagaimana koruptor melakukan trik liciknya, bagaimana model kejahatan dan cara mengenalinya,” katanya.

Para pemateri berasal dari akademisi dan praktisi pemerintahan seperti kepala daerah dan anggota DPRD. Marijo mengatakan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi salah satu lokasi pembelajaran Madrasah Antikorupsi.

Sementara itu dalam pelantikan pengurus periode 2016-2020, para personel pengisi lima bidang Pemuda Muhammadiyah Karanganyar mendeklarasikan gerakan lawan narkoba. Para pengurus Pemuda Muhammadiyah Karanganyar mengisi bidang organisasi, dakwah dan kader, lingkungan hidup kesehatan dan IT, hikmah hukum dan HAM, ekonomi dan pemberdayaan serta SAR Kokam dan olahraga. (R-10)

BERITA REKOMENDASI