Pemudik Nekat ke Karanganyar, Siap-siap Dikarantina di Bumi Perkemahan

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Berada di ruang terbuka dengan suasana perbukitan lereng Lawu kerap jadi terapi jiwa. Ditambah santap secara cuma-cuma bagi perantau yang nekat mudik, diharapkan membuatnya betah selama masa karantina.

Kades Berjo, Suyatno mengatakan pihaknya kembali mendirikan tempat karantina di lokasi paling menyegarkan. Pada tahun lalu, Pemdes Berjo mendirikan tempat karantina bagi warga perantau yang pulang ke kampung halaman jelang lebaran di Telaga Madirda. Lokasi itu dikelilingi bukit lereng Lawu dan menyediakan udara segar nan sejuk.

Sekarang, tempat karantina itu digeser ke Buper Al Amin di Dusun Tambak. Telah disiapkan empat tenda doom masing-masing ukuran 2 x 2 meter. Di lahan berukuran 4.000 meter persegi itu, bisa dibangun sampai 18 tenda.

“Jika sudah terlanjur mudik ke Berjo, tidak lantas ditolak. Tapi harus karantina dulu 5-10 hari di Buper Al-Amin Dusun Tambak. Dijamin tak bosan,” kata Suyatno kepada wartawan, Jumat sore (30/04/2021).

Di empat tenda itu telah dipasang nomor 1 – 4. Warga Berjo yang pulang mudik tidak akan tertukar tendanya. Apalagi diawasi pengelola buper dari karang taruna, bidan desa dan perangkat desa serta babinsa. Selama menjalani masa karantina, seluruh kebutuhan makan dan minum disediakan. Keluarga juga boleh membesuk asalkan patuh prokes.

“Ada pendopo yang bisa didesain ruang besuk terbatas. Aturan karantina ini dibuat agar memutus penyebaran kasus Covid-19,” katanya.

Tercatat sebanyak 226 warga Berjo masih di perantauan. Kebanyakan di Kalimantan sedangkan sebagian kecil di Jabodetabek. Juga ada di luar negeri. Dipastikannya, belum satupun pulang mudik.

“Sebaiknya silaturahmi via telepon saja. Kami sudah memerintahkan bayan, kadus, RT dan masyarakat supaya mengawasi kedatangan pemudik. Saat ada yang pulang, langsung diarahkan karantina dulu,” katanya.

Jika telah menyelesaikan masa karantina, dipersilakan berkumpul keluarga asalkan tak memunculkan gejala demam. Ia menyebut pendirian tenda karantina sekadar jaga-jaga. Pemindahannya dari Telaga Madirda supaya menjauhkan dari para pengunjung wisata.

“Tahun lalu, karantina di Telaga Madirda diikuti 10 orang. Tapi hanya tiga yang selesaikan masa karantina,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI