Penanganan Dampak Angin Kencang Sukoharjo Belum Tuntas

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dampak angin kencang yang terjadi disejumlah wilayah di Sukoharjo beberapa hari lalu belum tertangani tuntas hingga sekarang. Beberapa kerusakan masih dibiarkan. Penanganan dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak terkait dan diharapkan selesai secepatnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Selasa (19/11) mengatakan, ada beberapa wilayah di Sukoharjo terkena bencana alam angin kencang meliputi, Kecamatan Baki, Gatak, Grogol, Sukoharjo, Bendosari, Mojolaban dan Polokarto. Petugas dari tim gabungan langsung turun ke lapangan melakukan penanganan kedaruratan dan evakuasi korban. Bentuk tindakan yang sudah dilakukan seperti membersihkan pohon tumbang dan membuka akses jalan, rumah warga rusak dan lainnya. Namun dalam penanganan tersebut memang belum seluruhnya tuntas.

Hal tersebut diketahui seperti masih dibiarkannya pohon tumbang di areal persawahan, tiang listrik dan telepon roboh, dan jalan atau talud rusak setelah ikut terangkat akar pohon yang tumbang terkena angin. Kerusakan tersebut nantinya akan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Beberapa penanganan yang belum tuntas kami akui masih ada di lapangan. Sebab ada pohon tumbang di sawah, bibir jalan yang berlubang atau talud yang rusak akibat akar pohon tumbang dan lainnya. Itu semua akan ditangani dengan melibatkan pihak terkait,” ujarnya.

BPBD Sukoharjo usai kejadian sudah berkomunikasi dengan pihak terkait. Seperti soal penanganan jalan dan talud dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), selain itu juga dengan pemerintah desa dan pemerintah kecamatan. Koordinasi dimaksudkan agar penanganan masalah tersebut bisa segera diselesaikan.

“Misal untuk jalan yang berlubang tentu itu sangat membahayakan warga masyarakat yang melintas. Jadi nanti akan ditambal atau diberi tanah urug. Sedangkan tiang listrik roboh itu akan ditangani sepenuhnya oleh PLN,” lanjutnya.

Camat Gatak Sumi Rahayu mengatakan, di wilayahnya memang penanganan pasca bencana alam angin kencang belum tuntas tertangani. Masih ada beberapa batang pohon tumbang di sawah belum dievakuasi. Hal tersebut terjadi karena butuh alat dan koordinasi dengan pemilik sawah. Sebab posisi sekarang sawah sudah ditanami bibit padi.

“Ada juga bagian tepi jalan berlubang karena sebelumnya ada pohon yang kemudian terangkat akarnya hingga tumbang setelah terkena angin kencang,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Gatak sudah berkoordinasi dengan Pemkab Sukoharjo agar segera melakukan penanganan. Sebab kondisi tersebut khususnya jalan berlubang sangat membahayakan.

“Kejadian ini berupa jalan berlubang akibat pohon tumbang di tepi jalan memang sering terjadi di Gatak. Tahun kemarin juga ada beberapa titik dan sudah diperbaiki,” lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI