Penataan Lapak PKL Alun Alun Satya Negara Sukoharjo Segera Dimulai

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Sebanyak 40 lapak pedagang kaki lima (PKL) di Alun Alun Satya Negara akan dibongkar maksimal sampai akhir 2017. Selanjutnya direncanakan akan dilakukan pembangunan lapak baru bongkar pasang. Hal itu sebagai bagian dari penataan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo, Rabu (4/10) mengatakan, sudah melakukan persiapan. Penataan Alun Alun Satya Negara masuk dalam program Pemkab Sukoharjo di 2018.

Salah satu program yang masuk dalam penataan yakni berkaitan dengan keberadaan lapak PKL. Kondisi lapak PKL tersebut sudah melanggar aturan mengingat banyak bangunan permanen. Selain itu kondisinya kumuh karena sikap pedagang kurang menjaga kebersihan lingkungan. Banyak ditemukan tumpukan sampah disejumlah suduh termasuk di saluran pembuangan.

Satpol PP Sukoharjo sudah melakukan langkah awal dengan memberikan informasi ke para pedagang dan paguyuban PKL. Tahap selanjutnya dilakukan sosialisasi berulang kali dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Penataan Alun Alun Satya Negara masih persiapan. Satpol PP Sukoharjo fokus pada penataan lapak PKL. Sedangkan lainnya ditangani OPD terkait,” ujar Heru Indarjo.

Saat dilakukan sosialisasi awal beragam tanggapan disampaikan pedagang kepada Satpol PP Sukoharjo. Sebagian besar menyatakan dukungannya. Namun tidak sedikit keberatan karena sudah lama menggunakan lapak tersebut untuk berdagang. “Lapak di Alun Alun Satya Negara itu milik daerah dibidang aset. Tapi pedagang justru tidak mau merawat malah membuat bangunan permanen dan kurang menjaga kebersihan lingkungan sampai kumuh,” lanjutnya.

Dalam tahapan awal sosialisasi para pedagang diminta membongkar sendiri lapak di Alun Alun Satya Negara. Apabila tidak maka akan dibongkar paksa oleh Satpol PP Sukoharjo. Batas waktu maksimal penataan lapak PKL sampai akhir tahun 2017 mendatang.
“Wacananya dibuatkan lapak PKL bongkar pasang seperti tenda. Tapi kepastiannya menunggu kebijakan dari bapak bupati,” lanjutnya.

Alun Alun Satya Negara masuk dalam penataan karena merupakan wajah kota Sukoharjo. Posisinya berada di tengah kota dan fasilitas umum masyarakat. “Penataan tidak hanya sebatas lapak PKL. Kemungkinan disekitarnya juga termasuk arus lalu lintas kendaraan di Alun Alun Satya Negara,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI