Pencemaran Sungai Mengkhawatirkan, Dibentuk Tim Bengawan Solo Reaksi Cepat

Editor: Agus Sigit

KARANGANYAR, KRjogja.com – Pengecekan kualitas air di anak Sungai Bengawan Solo makin intens dilakukan seiring kadar pencemaran yang bertambah di musim kemarau. Diterjunkan tim Bengawan Solo reaksi cepat untuk menyeriusi hal itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar, Bambang Djatmiko mengakui pencemaran air Bengawan Solo sedang menjadi perhatian serius Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Bahkan orang nomor satu di Pemprov Jateng tersebut pernah melakukan sidak mandiri dengan meninjau aktivitas peternakan di bantaran sungai wilayah Kebakkramat beberapa waktu lalu. Kini, timbul masalah baru kadar pencemaran meningkat seiring musim kemarau. Kadar pencemaran yang meningkat dinilai wajar.

“Saat kemarau, volume air berkurang sedangkan yang membuatnya tercemar tetap. Tentu saja hasil sampelnya menunjukkan tingkat pekat pencemaran,” kata Bambang kepada KR, Sabtu (11/9).

Pengambilan sampel dan penelitian lab dikerjakan Tim Bengawan Solo Reaksi Cepat. Mereka dari staf DLH dan penyuluh di masyarakat. Setelah hasilnya keluar, akan menjadi dasar merekomendasi penanganan sumber pencemaran. Seperti aktivitas pembuangan limbah di pabrik maupun kandang ternak. Anak Sungai Bengawan Solo tidak hanya mengalir di wilayah Karanganyar namun juga Sukoharjo di hilir. Di sana terdapat pembuangan limbah produsen alkohol.

“Kami hanya mengambil sampel di wilayah Karanganyar saja seperti Sungai Samin dan Sungai Grompol. Ambil sampelnya di hulu, tengah dan hilir di batas wilayah saja. Enggak sampai ke wilayah tetangga seperti Sukoharjo,” katanya.

Pengambilan sampel intens dilakukan sejak dua pekan terakhir. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI