Pencetakan KTP-el di kantor Dispendukcapil Sukoharjo Membludak

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Antrean panjang warga meminta pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) membludak hingga ke halaman luar kantor Pemkab Sukoharjo. Antrean terjadi setelah pemerintah pusat memberikan kuota blangko cetak KTP-el sebanyak 2.000 keping. Warga sengaja datang pagi karena petugas menerapkan sistem antrean siapa paling cepat meminta pencetakan maka akan segera dilayani.

Salah satu warga asal Desa Grogol, Kecamatan Grogol Suwarno, Rabu (4/12) mengatakan, berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB dan tiba di kantor Dispendukcapil Sukoharjo sekitar pukul 06.30 WIB. Saat datang kondisi sudah ramai warga antre meminta pencetakan KTP-el. Mereka datang dengan tujuan sama karena sebelumnya mendapat informasi adanya pencetakan KTP-el.

Pencetakan dilakukan setelah Dispendukcapil Sukoharjo menerima kuota tambahan 2.000 keping blangko cetak KTP-el. Blangko tersebut langsung digunakan untuk pelayanan pada masyarakat.

"Saya sudah lama menunggu pencetakan KTP-el untuk saya dan anak saya sejak sekitar empat bulan lalu. Kemarin dapat informasi dari petugas ada pencetakan makanya saya datang pagi sekali dan ternyata sudah banyak warga juga antre," ujarnya.

Suwarno mengaku antrean panjang membuat warga tidak nyaman karena harus berdiri lama hingga ke luar kantor Dispendukcapil Sukoharjo. Disisi lain petugas dianggap kurang siap dalam memberikan pelayanan pada warga.

"Warga yang datang banyak keperluannya. Antrean itu bukan hanya meminta pencetakan KTP-el saja tapi juga ada yang ternyata meminta Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan (Suket), Akta Kelahiran dan lainnya. Petugas kurang siap mengantisipasi dalam melayani masyarakat. Terlebih lagi berbarengan dengan banyaknya permintaan pencetakan KTP-el," ujarnya.

Suwarno datang ke kantor Dispendukcapil Sukoharjo membawa bukti dua lembar Suket miliknya dan kepunyaan anaknya. Suket tersebut dipakai sebagai bukti meminta pencetakan KTP-el pada petugas.

Warga asal Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari Tatik S mengatakan, datang ke kantor Dispendukcapil Sukoharjo sekitar pukul 07.00 WIB dan tidak menyangka sudah banyak warga antre meminta pencetakan KTP-el. Tatik datang berdasarkan informasi petugas melalui pesan singkat yang memberitahu adanya pencetakan KTP-el.

"Saya antre hingga di luar gedung Pemkab Sukoharjo. Antrean panjang sekali karena banyak warga meminta pencetakan KTP-el," ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Sukoharjo Wisnu Murti mengatakan, Dispendukcapil Sukoharjo menerima sebanyak 2.000 blangko cetak KTP-el dari pemerintah pusat. Blangko tersebut langsung digunakan untuk pelayanan pencetakan KTP-el masyarakat. Sebelumnya beberapa waktu lalu pemerintah pusat juga telah memberikan kuota sebanyak 500 blangko cetak KTP-el. Blangko tersebut sudah habis digunakan mencetal KTP-el masyarakat.

Sebanyak 2.000 blangko cetak KTP-el yang diterima Dispendukcapil Sukoharjo dari pemerintah pusat akan dipakai secara bertahap. Dispendukcapil Sukoharjo melakukan pencetakan maksimal 500 keping per hari selama empat hari terhitung Senin hingga Kamis (2-5/12).

Dalam proses pencetakan tersebut petugas telah melakukan sistem informasi ke warga terlebih dahulu yang akan menerima KTP-el. Mereka diminta datang dengan membawa bukti diri berupa Suket.

"Per hari kami cetak 500 keping KTP-el sesuai kemampuan alat dan menghindari antrean panjang pemohon. Selama empat hari maka blangko cetak yang diterima akan habis," ujarnya.

Total hingga sekarang ada sebanyak 36 ribu warga antre masuk daftar tunggu cetak KTP-el. Jumlah tersebut akan meningkat apabila pemerintah pusat tidak segera memberikan tambahan blangko cetak KTP-el lebih banyak lagi.

Wisnu menambahkan, dalam pengambilan pencetakan KTP-el satu orang hanya bisa mengambil satu blangko. Sehingga tidak bisa mendobel anggota keluarga lain. Aturan tersebut dibuat untuk memperlancar pelayanan dan menghindari kekacauan permintaan warga. (Mam)

BERITA REKOMENDASI