Pencuri ‘Obok-obok’ Toko Kelontong, Rokok Jarahan Dijual Rp 12 Juta

KARANGANYAR,KRJOGJA.com – Tiga orang ditetapkan tersangka kasus pencurian di toko kelontong milik warga Ngaglik Rt 02/Rw XVII Kecamatan Jumantono, Dwi Saptono (39) dan Joko Darmanto. Para pencuri menjarah ratusan bungkus rokok dan barang dagangan lainnya di dua tempat jualan itu.

Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi kepada KR

, Kamis (14/11) mengatakan tersangka pencuri berinisial SW alias Kenthir (47) asal Tawangharjo Kabupaten Grobogan dan SG alias Sugeng (50) asal Banjarsari Kota Solo. Sedangkan satu tersangka lagi menjadi penadah barang jarahan, yakni SN alias No (50) asal Nogosari Kabupaten Boyolali. Diceritakannya, Kenthir dan Sugeng sudah membidik sasaran sebelum melakukan pencurian. Sasarannya dua toko kelontong yang terletak bersebelahan.

Pada Minggu (21/7) malam, mereka menuju lokasi dengan cara berboncengan di atas sepeda motor. Setelah tiba di lokasi, Kenthir bertugas membobol sekaligus menjarah barang dagangan sedangkan Sugeng bergeser ke lokasi lain sambil menunggu dihubungi Kenthir untuk menjemputnya.

Di dua toko kelontong itu, Kenthir menjarah ratusan bungkus rokok berbagai merek setelah membobol pintu toko. Sebuah ponsel milik korban juga diembat. Barang jarahan itu dimasukkannya ke sebuah karung. Aksi tersebut berjalan mulus hingga kedua tersangka menjual barang jarahan itu ke SN. Seluruh rokok itu dibelinya Rp 12 juta.

“Penangkapan para tersangka berkat operasi sikat candi pada 7-26 Oktober lalu. Pengembangan kasusnya mengarah ke penadah. Dia yang membeli barang curian,” katanya.

Barang bukti kasus ini berupa tiga unit ponsel, sebuah linggis besi, sepeda motor sarana merek Honda Supra X nopol AD 6411 NU dan dua korek api gas. Satu slop rokok Djarum 76 isi 10 bungkus juga dijadikan barang bukti.

Kepada penyidik, Sugeng mengaku tak terlibat langsung aksi kriminalitas itu. Ia hanya diminta mengantarkan Kenthir ke lokasi yang dimintanya. Sebagai imbalan, ia menerima sejumlah uang.

“Duit bagi hasilnya sudah habis dipakai main judi tjap ji kie,” katanya.

Atas perbuatannya, Kenthir dan Sugeng dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Sedangkan SN dikenai pasal 480 KUHP tentang kejahatan penadahan barang curian. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI