Pendakian Gunung Merbabu Ditutup Sebulan, Ada Apa?

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI (KRjogja.com) – Selama satu bulan penuh pada Bulan Februari besok, pendakian Gunung Merbabu ditutup untuk pendakian. Penutupan dilakukan untuk kepentingan pemeliharaan dan pemulihan ekosistem kawasan gunung.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Edy Sutiyarto, Kamis (11/1) menjelaskan, lima jalur pendakian uang terdapat di tiga wilayah, yakni Kabupaten Boyolali, Magelang, dan Semarang, ditutup per tanggal 1 hingga 28 Februari mendatang, tanpa terkecuali. “Kita sudah membuat Surat Edaran serta sudah sosialisasikan tentang penutupan untuk aktivitas pendakian tersebut,” terangnya.

Pemeliharaan ekosistem dengan penutupan jalur, sambungnya, sebab aktivitas pendakian di Merbabu selama ini sangat ramai. Pihaknya menghitung, jumlah pendaki, terutama pada musim liburan, bisa mencapai 2.500 pendaki per hari yang masuk melalui lima jalur pendakian. Jumlah pendaki yang begitu banyak tentu sangat mempengaruhi kondisi kawasan hutan. Misalnya, jalur pendakian rentan longsor karena sering sering terkena beban karena sering dilewati pendaki. “Gunung merbabu salah satu gunung favorit pendakian di Jawa. Dengan jumlah pendaki segitu banyak, pasti ada pengaruh yang besar kepada kondisi jalur serta flora dan fauna,”

Selama penutupan jalur untuk aktivitas pendakian, pihaknya akan melakukan patroli secara rutin untuk mencegah adanya aktivitas pendakian. “Selama penutupan, saya minta jangan sampai ada yang mencuri-curi kesempatan dan melakukan pendakian,” sambung Edy.

Di sisi lain, pihaknya juga menyayangkan sebagian pendaki yang kesadaran tentang kelestarian alam masih rendah. Misalnya, masih didapati pendaki yang membuang sampah sembarangan, melakukan vandalisme. Bahkan masih ada sebagian kecil pendaki yang memetik Bunga Edelweiss. Padahal bunga yang hanya tumbuh di dataran tinggi tersebut adalah jenis tanaman yang dilindungi sehingga dilarang keras untuk dipetik.  “Para pendaki kami minta untuk meningkatkan kesadarannya. Jangan merusak kelestarian lingkungan,” tandasnya (Gal)
 
 

BERITA REKOMENDASI