Pendamping Desa Harus Bisa Kolaborasi Mahasiswa KKN

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Pendamping Desa diminta bisa berkolaborasi dan kerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Kalau ada Pendamping Desa tidak mau kolaborasi dan sinergi dengan mahasiswa KKN, laporkan saya,” tadas Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat melepas 1492 mahasiswa KKN Universitas Sebelas Marer (UNS) Solo, Selasa (18/01/2022).

Menurutnya, mahasiswa datang ke desa dalam upaya meningkatkan sumber daya masyarakat desa. Berkat inilah desa bisa melakukan percepatan pembangunan.

Kolaborasi kampus dengan desa sudah terbukti di mana-mana salah satunya disebutkan di Bangkalan Madura. Mahasiswa KKN mampu meningkatkan produk jagung menjadi melimpah.

Kepada mahasiswa KKN UNS, Menteri Abdul Halim minta agar mampu menemukan strategi komunikasi dengan masyarakat desa berikutnya menyumbangkan inovasi untuk pengembangan potensi yang ada.

Sementara rektor Prof Dr Jamal Wiwoho menjelaskan mayoritas sentra bisnis yang dikelola pelaku UMKM di daerah menjadi andalan penyumbang terbesar dana APBD. Akibat terdampak pandemi Covid 19, tak sedikit  MKM lesu. Hal ini perlu program khusus sebagai solusi.

Salah satunya solusi yang bisa menjawab adalah digitalisasi sektor produktif meliputi UMKM. Ini sekaligus pemberdayaan masyarakat melaluiproyek kemanusiaan. Program-program seperti ini sekarang dibutuhkan pemerintah kota (pemkot) atau pemerintah kabupaten (pemkab). (Qom)

BERITA REKOMENDASI