Pendapatan Terminal Hilang Rp 300 Juta

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dipastikan bakal kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 300 juta pertahun dari Terminal Pilangsari. Hal ini dikarenakan per 1 Januari 2017, pengelolaan terminal bis terbesar di Sragen tersebut sudah diambilalih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Terminal Pilangsari Sragen, Rahmadi Selasa (27/12) mengatakan, sumbanganm PAD dari Terminal Pilangsari setiap tahun mencapai angka sekitar Rp 300 juta. Setelah pengelolaannya diamblialih Pemprov Jateng, otomatis tidak ada lagi setoran PAD dari Terminal Pilangsari.

Menurut Rahmadi, sebenarnya Pemkab Sragen ingin mempertahankan pengelalaan Terminal Pilangsari. Namun mengingat ambilalih pengelolaan adalah amanat undang-undang (UU), maka harus dilaksanakan. "Kami tidak bisa menolak karena sudah diamanatkan dalam UU," jelasnya

Dijelaskan Rahmadi, pengambialihan pengelolaan Terminal Pilangsari oleh pemprov,  dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari aset berupa tanah dan bangunan, retribusi, pengelolaan 90 kios dan personil di lapangan. Demikian juga pendapatan dari retribusi dan kios akan masuk ke kas provinsi. "Semua sumber pendapatan dari retribusi, sewa kios dan lain-lain nanti provinsi yang mengelola," tandasnya.

Saat mulai pengelolaan, ada delapan pegawai yang nantinya juga ditarik provinsi. Meski bertugas di Sragen, tapi statusnya sebagai pegawai pemprov. Penandatanganan pengambilalihan Terminal Pilangsari tersebut telah dilakukan pada 26 Oktober 2016 lalu oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Namun pihak pengelola terminal sejauh ini mengeluhkan belum adanya komunikasi yang intensif meski sudah mendekati pergantian tahun. Padahal, pergantian pengelolaan tinggal menghitung hari. Rahmadi berharap sebelum 1 Januari, sudah ada tim dari provinsi yang langsung beradaptasi di Pilangsari guna melakukan serah terima. "Secara administrasi, belum ada tim dari provinsi yang turun ke lapangan," tegasnya.

Setelah ambilalih ini, Pemkab Sragen nantinya akan lebih fokus mengelola keberadaan Terminal Gemolong. Saat ini terminal Gemolong masih tergolong Tipe C. Secara aturan pengelolaannya masih berada di bawah Pemkab Sragen. "Rencananya Terminal Gemolong akan segera dibangun, dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar," tambahnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI