Pendhapi Gedhe Disulap Jadi Ruang Publik

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Pendhapi Gedhe Balaikota yang selama ini menjadi ajang berbagai agenda resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, disulap menjadi ruang publik. Dalam kaitan itu, dinding keliling berbahan kayu jati berukir dikombinasi dengan kaca grafir, dibongkar agar gampang diakses masyarakat, selain pula memperkuat aksen bangunan khas Jawa.

Selain dinding keliling Pendhapi Gedhe dibongkar, jelas Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menjawab wartawan, di kantornya, Kamis (31/8) pagar depan Balaikota juga dibongkar, untuk menghilangkan kesan sekat antara masyarakat dan pemerintah. Pendhapi Gedhe yang tak lagi  bersekat dinding, nantinya menyatu dengan ruang hijau di halaman Balaikota serta kawasan Koridor Sudirman.

Sebagai ruang publik, tambah pria yang akrab disapa Rudy, warga dapat memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan, diantaranya latihan tari, sarasehan, dan sebagainya. Selama ini, m,asyarakat sebenarnya diberi ruang untuk memanfaatkan Pendhapi Gedhe sebagai ajang kegiatan. Hanya saja, pemanfaatan tidak bisa maksimal, karena kondisi bangunan yang tertutup mengesankan formal.

Dari sisi struktur rumah Jawa, bangunan Pendhapi Gedhe yang berarsitektur joglo dengan model atap tumpang, seharusnya memang tanpa dinding keliling. Pendhapi Gedhe dibangun kembali pada tahun 2002, setelah musnah terbakar terkait amuk massa pada tahun 1999. Sebelum menjadi korban amuk massa, Pendhapi Gedhe memang berupa bangunan tertutup dengan arsitektur campuran Belanda dan Jawa. Namun saat pembangunan kembali semasa pemerintahan Walikota Slamet Suryanto, didesain berarsitektur Joglo, dengan dinding penutup berbahan kayu jati berukir.

"Kita kembalikan ruh pendapa berupa bangunan terbuka tanpa sekat dinding, ujarnya sembari menyebut, hanya da satu dinding berukir di bagian belakang yang sekaligus berfungsi sebagai krobongan. Rudy mengakui, belakangan ini muncul pandangan dari berbagai kalangan yang menyebut, bangunan Pendhapi Gedhe dengan dinding keliling, justru mirip dengan cungkup kaum bangsawan, sehingga perlu ditata ulang selain terkait dengan alih fungsi sebagai ruang publik.

Proses penataan ulang Pendhapi Gedhe yang selama ini menjadi simbol pusat pemerintahan kota Solo, saat ini baru dimulai, diproyeksikan rampung dalam dua bulan ke depan. Menandai alih fungsi menjadi ruang publik, kemeriahan malam pergantian Tahun Baru 2018 mendatang, akan di pusatkan di kawasan Balaikota dan Koridor Sudirman. (Hut)

 

BERITA REKOMENDASI