Penertiban Hunian Ilegal Gusur Warung Remang-remang

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Penggusuran hunian ilegal di Pasar Nglano bakal berimbas pada geliat praktik prostitusi di eks lokalisasi Dangkrong Indah (DKI) Dukuh Nglano, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu. Warung-warung yang menjadi lokasi mangkal favorit pekerja seks komersial (PSK) di kompleks pasar tradisional itu bakal dirobohkan.

Berdasarkan pantauan KRjogja.com di lokasi, Rabu (03/08/2018) mayoritas bangunan pasar di lahan berukuran 11.449 meter persegi telah rata dengan tanah. Namun, pembongkaran bangunan Pasar Nglano menyisakan belasan rumah permanen dan semi permanen di sisi utara. Tak sedikit wanita berias tebal dengan busana kurang pantas berada di pelataran rumah itu sambil berbincang dengan pria-pria di warung makan.

“Semoga tanpa gejolak. Jangan seperti penggusuran lokalisasi oleh Pak Ahok di Jakarta,” ujar Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Karanganyar Budi Wahyono kepada wartawan usai menyerahkan jaminan hidup (jadup) 73 keluarga penghuni magersari Pasar Nglano.

Tercatat, warung dan bangunan liar tersebut dihuni 218 jiwa atau 73 keluarga yang masuk RT.04/RW.05 Dukuh Nglano. Diawali hanya berdagang di Pasar Nglano, lama-kelamaan mereka membangun rumah di atas aset pemerintah itu. Geliat prostitusi di eks DKI yang terletak bersebelahan dengan Pasar Nglano turut memantik bisnis di warung dan rumah semi permanen di dalam pasar.

Warga relokasi, Mulyono (59) mengaku belum mempersiapkan pindah. Sejak memutuskan magersari tahun 1979, ia berdagang kuliner di warung angkringan. “Jualannya malam hari saja karena tamu paling ramai waktu itu. Siangnya tutup. Nanti tidak tahu apakah akan tinggal sementara di rusunawa atau cari tempat lain,” jelasnya. (M-8)

BERITA REKOMENDASI