Pengadaan Guardrail Terbatas

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Pemasangan guardrail atau palang baja pembatas jalan belum mencukupi kebutuhan ideal sarana pengamanan di jalur rawan kecelakaan lalu lintas. Dari kebutuhan 900 meter guardrail, hanya bisa dipenuhi 68 meter saja.

Hal itu dikemukakan Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Dalops) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Joko Mulyono kepada KRjogja.com, Jumat (25/11/2016). Kebutuhan pemasangan guardrail itu di rute berbatasan langsung dengan jurang dan tebing di rute Jenawi-Ngargoyoso sepanjang 900 meter.

Pengguna jalan di rute di kawasan wisata alam perlu ekstra waspada karena medan berbukit-bukit dengan tikungan tajam serta ramai simpangan kendaraan. Salah satunya di rute menuju Candi Cetho, Jenawi, yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

Dua korban tewas dan dua lainnya kritis akibat mobilnya terjun ke jurang di jalur itu pada Juli lalu, disusul tewasnya pembonceng sepeda motor pada Agustus dan mobil terperosok di jalur sama pada November. Jika saja guardrail terpasang di tepian jalur itu, dampak kecelakaan tak akan lebih parah.

“Pemasangannya bersumber APBD perubahan 2016. Sepanjang 68 meter lari (lurus) di jalur ke Candi Cetho,” ujar Joko.

Ia beralasan, pemasangannya di jalur itu paling urgen mengingat rentetan kecelakaan lalu lintas terjadi di sana. Keterbatasan anggaran menyulitkan pengadaan sarana tersebut di jalur rawan lainnya.

“Harganya cukup mahal. Per meter sekitar Rp 1,1 juta. Sedangkan anggaran yang dikucurkan hanya cukup untuk membeli 68 meter. Namun begitu, kita juga memasang rambu peringatan di titik strategis,” jelasnya.

Berdasarkan pendataan Dishubkominfo, guardrail terpasang 5 kilometer yang tersebar di semua jalur lalu lintas milik kabupaten. Panjang lintasan guardrail itu tak sampai 30 persen dari total lintasan rawan kecelakaan di tikungan curam dan perbukitan.

Sementara itu perangkat Desa Gumeng, Jenawi, Sutardi mengatakan pemerintah desa berusaha memasang sarana pengaman di jalur menanjak menuju Candi Cetho. Diterjunkan pula sukarelawan yang bertugas membantu mengondisikan medan saat puncak kunjungan di kawasan wisata lereng Lawu.

“Pemasangan besi pembatas jalan sangat dibutuhkan. Terutama mendekati tikungan curam di bawah. Banyak terjadi kecelakaan di situ,” ujarnya. (R-10)

BERITA REKOMENDASI