Pengajuan Perizinan Toko Kelontong Masih Minim

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Sebagian besar toko kelontong atau tradisional di Sukoharjo belum memiliki izin. Jumlah pemohon perizinan masih jauh dari harapan. Petugas ditingkat desa, kelurahan dan kecamatan diminta untuk memberikan pemahaman kepada pemilik toko kelontong atau tradisional.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Sukoharjo Sutarmo, Kamis (4/5) mengatakan, sosialisasi sudah sering dilakukan baik melalui tatap muka langsung dengan masyarakat maupun penyebaran informasi melalui online. Namun ternyata permohonan perizinan toko kelontong atau tradisional masih tetap minim.

Kondisi tersebut disebabkan salah satunya karena faktor belum pahamnya masyarakat khususnya pemilik toko kelontong atau tradisional. Mereka beranggapan toko kelontong atau tradisional tidak perlu memiliki izin untuk membuka usaha.

“Masih ada anggapan di masyarakat izin hanya dimiliki untuk buka usaha besar seperti toko modern, mall dan sebagainya. Sedangkan toko kelontong tidak. Pemahaman itu salah dan perlu diluruskan karena izin tetap harus dimiliki toko kelontong atau tradisional,” ujar Sutarmo.

Perizinan harus dilakukan pemilik toko kelontong ke camat sesuai dengan aturan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 44 Tahun 2016 tentang Penataan Toko Tradisional/Kelontong. Pemberi izin usaha untuk toko kelontong dibebankan kepada camat.

Para camat juga diminta aktif untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sasarannya yakni pemilik toko kelontong. Hal itu dilakukan agar pemilik segera mengajukan izin.

“Pemilik toko kelontong juga harus mendapatkan penjelasan mengenai syarat perizinan, setelah lengkap maka harus segera diajukan ke camat untuk mendapatkan izin,” lanjutnya.

Sutarmo mengatakan, masih ada pemilik toko kelontong yang belum mengajukan izin. Sebab jumlahnya dipekirakan mencapai ribuan toko kelontong. Namun kenyataanya hingga sekarang baru ada seratusan yang sudah mengajukan izin.

Di 12 kecamatan sekarang masih ditemukan toko kelontong atau tradisional belum memiliki izin. Mereka masih ditunggu untuk mengajukan permohonan perizinan.

Camat Kartasura Suyatman mengatakan, pihaknya masih menunggu pengajuan perizinan toko kelontong atau tradisional. Namun dari para pemiliknya belum mengajukan perizinan. “Sudah ada beberapa yang bertanya, namun untuk pengajuan perizinannya masih minim,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI