Pengamanan Berubah, Terkonsentrasi di Pintu Tol dan Jalur Wisata Lereng Lawu

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Konsentrasi pengamanan jalur perhubungan darat di momentum Natal 2018 dan tahun baru 2019 di Karanganyar terpecah untuk tol dan rute pariwisata lereng Gunung Lawu. Secara otomatis, letak posko pengamanan dan pelayanan pengguna jalan menyesuaikannya.

Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Faris Budiman mengatakan terjadi perubahan model pengamanan lalu lintas, seiring dibukanya tol Solo-Kertosono ruas Colomadu-Kebakkramat.

“Exit tol ada tiga. Yakni di Ngasem dan Klodran di Colomadu serta di Kemiri, Kebakkramat. Inilah yang membuat pengamanan yang dulunya hanya terkonsentrasi di jalur wisata, kini dibagi setengahnya ke pintu tol,” katanya kepada KRJOGJA.com, Rabu (26/12/2018).

Dijelaskannya, posko pelayanan pengguna jalan berada di exit tol Klodran, Ngasem dan Kemiri. Sedangkan pos pengamanan di simpang empat Colomadu-Kartasura, pospam terpadu di alun-alun Karanganyar, Sroyo, Jumapolo dan Tawangmangu.

“Dengan dibukanya jalur tol di Colomadu, maka terjadi peningkatan volume kendaraan roda empat di tol ini untuk jurusan Semarang maupun ke Jawa Timur. Nah, persimpangan exit tol rawan macet,” katanya.

Secara umum, kondisi lalu lintas ramai lancar selama akhir pekan lalu sampai natal. Lonjakan jumlah kendaraan terdeteksi pada Sabtu (22/12/2018).  

Sedangkan di tahun baru, konsentrasi pengamanan di jalur menuju Tawangmangu dan di seputar alun-alun kabupaten. Di Tawangmangu, biasanya perayaan malam tahun baru penuh ingar bingar sedangkan di alun-alun bakal digelar pengajian akbar Habib Syech Assegaf.

“Malam tahun baru diberlakukan rekayasa lalu lintas. Dari Sumokadu lurus ke atas. Kalau mau turun ke Matesih. Agar mengurai kepadatan,” katanya.

Guna mengantisipasi kendaraan hilang kendali di tanjakan, anggota Polsek Tawangmangu dan Satlantas disiapkan untuk mengganjal ban. Selain itu, disiapkan mobil derek.

Satlantas Polres Karanganyar juga membagikan permen maupun minuman kopi bagi sopil mobil di persimpangan exit tol Ngasem. Tujuannya, membuat mereka terjaga dan berkonsentrasi selama berkendara di tol.

“Jalan tol itu tanpa hambatan. Takutnya, sopir terlena. Untuk mencegah mereka ngantuk, dibagikan minuman kopi dan permen. Ada pula balon yang dibagikan gratis ke anak-anak di dalam mobil,” katanya.

Aparat berkostum boneka polisi, zebra dan mickey mouse membagikannya gratis, diiringi lagu dangdut nan jenaka. (Lim)

BERITA REKOMENDASI